Disaat Pemerintah Sibuk Memberikan Program Ketahanan Pangan, Masyarakat Sibuk Mencari Gas Melon dan Minyak Goreng Yang Sulit Didapat.

Rabu, 8 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cianjur,- https//journalnews.id
Terkait kenaikan harga gas dan harga plastik, juga harga minyak goreng, hal ini sudah terjadi di lapangan atau dipasaran, khususnya di wilayah Cipanas Cianjur, kelangkaan gas Elpiji yang berisi 3Kg ini seakan raib dari pasaran, dan sulit didapatkan.

Entah apa yang menjadi hambatan telatnya penyuplaian Gas Melon isi 3 Kg ini, sampai berita ini naik belum ada keterangan dari pihak Pertamina ataupun pihak Pemerintah Daerah.

Selain Gas Elpiji, masyarakat juga keluhkan harga minyak goreng dan harga plastik naik melambung, hingga 30-40% dari harga biasa.

Menurut Solihin selaku pedagang Kaki lima mengatakan kepada media, “Dari sebelum puasa hingga sesudah lebaran idul Fitri dan sekarang, saya sangat sulit mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg, juga minyak goreng yang sudah lebih dulu ada kenaikan harga, sebelum harga BBM yang notabene mau naik akhir bulan kemarin, dan ternyata tidak ada kenaikan harga BBM,” ucapnya mengeluh.

“Dan sudah langsung dirasakan oleh masyarakat yang sangat memberatkan bagi seluruh masyarakat, terutama bagi masyarakat bawah dan para pelaku usaha kecil atau UMKM, karena mereka banyak menggunakan gas dan plastik, hal ini informasinya terjadi dikarenakan isu global yaitu dampak perang di Timur tengah, perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, terhadap perekonomian dalam negeri atau nasional. Menurut saya berarti situasi ekononi saat ini sudah masuk kepada kondisi krisis ekonomi, karena menurunnya kemampuan daya beli masyarakat, bukan hanya skala lokal bahkan secara nasional juga masalah suplay dan dimana yang sudah terjadi sebelumnya, dan saat ini semakin mendalam kejatuhannya berdampak kepada kesulitan/kesusahan masyarakat,” paparnya.

“Bertambahnya masyarakat miskin, Hal ini kontradiksi dengan pernyataan Pemerintah yang mengatakan energi aman dan tersedia khusususnya BBM dan Gas bersubsidi, serta tidak akan naik sampai dengan akhir tahun, tapi kenyataannya mengapa gas subsidi mulai langka dan harganya mahal sudah naik serta harga plastik naik tinggi, katanya Pemerintah tersedia bahan baku plastik didalam negeri yang diproduksi oleh pabrik petro kimia dalam negeri, dan produksi plastik daur ulang resaikel, apakah hal ini terjadi karena ada permainan dari para pengusaha, dengan kata lain memanfa’atkan situasi kondisi yang ada atas isu global perihal perang, seharusnya Pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan melalui Kementerian/Dinas terkait sepetti Kementerian/Dinas ESDM,Kementerian/Dinas Perdagangan, Kementerian/Dinas Perindustrian dibantu Aparat TNI-Polri untuk melakukan operasi dan sidak ke lapangan ke pasar-pasar dan ke agen-agen dan pangkalan gas,” tegasnya.

Lanjutnya Solihin, ” Maksudnya untuk menertibkan mereka para pelaku pasar agar mengikuti sesuai dengan kebijakan Pemerintah, jangan mengambil keuntungan dibalik kesulitan atau kesusahan masyarakat yang dapat memancing kepada terjadinya gejolak sosial yang mengganggu stabilitas Negara,” ulasnya.

Diwaktu yang sama dan tempat yang berbeda, menurut keterangan dari kepala UPTD Pasar Cipanas Epra Haryono. SH., Menyampaikan” “Bahwa tidak ada kenaikan harga di bahan sembako yang signifikan, bahkan sekarang sudah mulai berangsur menuju penurunan, baik dari harga daging, telor dan minyak, mungkin itu ada kenaikan di luar Pasar Cipanas,” Ungkapnya.

“Dan untuk harga lainnya seperti harga Gas dan Plastik itu bukan rana kewenangan dari pihak Pasar Cipanas, itu diluar rana UPTD Pasar Cipanas,” jelasnya. Rabu 8-4-2026.

Muklis M.

Berita Terkait

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Berita Terbaru