Demi Masyarakat Lingkar Pacet dan Cipanas, Ketua Vanaprastha Bedah Manfaat dan Buruknya Dampak Dari Geotermal.

Minggu, 8 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur,- https//journalnews.id
Dengan kocek sendiri menurut ketua Vanaprastha Pecinta Lingkungan, mengadakan tatap muka dengan masyarakat Kecamatan Pacet dan Cipanas Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Juga dihadirkan Narasumber yang independen, obyektif, dan ahli geologi di bidang panas bumi. Ir. Niniek Rina Herrdianita, M. SC., Ph. D.
(S1, ITB, S3, the Universal Of Aukland Selandia Baru)

Dalam Rangka Silaturahmi di Bulan Ramadhan Bersama Vanaprastha Pencinta Alam dan Lingkungan Untuk Memahami Pandangan Terkait Energi Panas Bumi Baru dan Terbarukan.

Vanaprastha Pecinta Alam dan Lingkungan menggelar silaturahmi dan diskusi terkait energi panas bumi bertajuk “Untuk Membedah Titik Temu antara Bahaya dan Manfaatnya untuk Lingkungan” pada Sabtu 7 Maret 2026.

Vanaprastha Pecinta Alam dan Lingkungan menggelar silaturahmi dan diskusi terkait energi panas bumi bertajuk “Untuk Membedah Titik Temu antara Bahaya dan Manfaatnya untuk Lingkungan” pada Sabtu 7 Maret 2026.

Acara yang bertempat di salah satu Hotel di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur ini menghadirkan narasumber independen dan obyektif serta Ahli Geologi di Bidang Panas Bumi, Niniek Rina Herdianita, Ketua Badan Pembina Vanaprastha Pecinta Alam dan Lingkungan, Adhyaksa Dault, para ketua RT dan RW serta tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Pacet.

Ketua Badan Pembina Vanaprastha Pecinta Alam dan Lingkungan, Adhyaksa Dault mengatakan bahwa diskusi dan edukasi digelar untuk memahami pandangan mengenai energi panas bumi baru dan terbarukan, baik dampak positif maupun negatifnya terhadap lingkungan sekitar.

“Supaya masyarakat persis tau mengenai energi panas bumi, Vanaprastha mengundang ahli geologi yang netral dan independen untuk membedah dampak negatif dan positif terkait energi panas bumi (Geothermal),” katanya kepada media, pada Sabtu 7 Maret.

Menurutnya, diskusi terkait program energi panas bumi di kaki Gunung Gede Pangrango penting dilakukan agar masyarakat mengetahui dan memahami dengan jelas mengenai manfaat dan bahaya geothermal.

“Alhamdulillah bahasa narasumbernya netral seperti yang anda lihat tadi di ruangan, beliau menjelaskan ada kelebihan dan kelemahan soal geothermal ini,” katanya.

Hasil diskusi ini, lanjut dia, selanjutnya akan dijadikan dasar untuk bahan diskusi selanjutnya antara masyarakat dan perusahaan.

“Kita akan ajak juga sejumlah perwakilan tokoh masyarakat untuk melakukan survey langsung ke lapangan, seperti ke Dieng. Setelah itu, kita akan jadikan hasil survey sebagai bahan diskusi antara masyarakat dan perusahaan. Kita akan buktikan bersama dampaknya, lebih banyak manfaatnya atau lebih banyak bahayanya,” ujarnya

Dia juga menegaskan bahwa pihaknya akan menentang apabila kegiatan energi panas bumi atau geothermal dapat membahayakan lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Demi Allah, kalau sangat berbahaya bagi masyarakat, kami akan menentang geothermal, tapi kalau banyak manfaatnya buat masyarakat, baiknya didiskusikan atau dialog dengan pihak perusahaan, dan bilamana dampaknya buruk buat masyarakat saya pribadi dan Vanaprastha lebih dulu menolak pengeboran geotermal,” tegasnya.

Muklis M.

Berita Terkait

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Berita Terbaru