CV Standart Food Globalindo Diminta Benahi IPAL, Perusahaan Nyatakan Siap Patuhi Aturan

Kamis, 23 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cianjur – Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 6 melakukan inspeksi mendadak ke CV. Standart Food Global Indo di Kampung Pasir Loji, Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Kamis, 23 April 2026.

Sidak ini merupakan bagian dari komitmen tanpa kompromi Program Citarum Harum untuk mewujudkan sungai yang 0 pencemaran dari limbah industri.

Dari hasil pengecekan di lapangan, Satgas menemukan kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah milik perusahaan tersebut kurang maksimal. Akibatnya, air hasil olahan yang keluar dari IPAL dan mengalir ke selokan kualitasnya diduga belum memenuhi baku mutu lingkungan. Mengingat air yang keluar masih berbau, berwarna dan berbusa.

Dansektor 6 Citarum Harum, Kolonel Inf. Jhonson M. Sitorus, menegaskan perlunya langkah percepatan. “Dari hasil sidak ditemukan air yang keluar dan masuk ke selokan kurang maksimal sehingga perlu ada pengoptimalan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menindaklanjuti temuan itu, Satgas Citarum Harum memberikan tenggat waktu dua minggu kepada manajemen CV. Standart Food Global Indo. Perusahaan wajib mengoptimalkan seluruh proses IPAL agar air buangan dari pabrik benar-benar bersih dan tidak mencemari lingkungan sekitar, khususnya anak-anak sungai yang bermuara ke Citarum.

Langkah tegas ini menjadi penanda bahwa marwah Citarum Harum sebagai gerakan pemulihan sungai terpanjang di Jawa Barat tidak bisa ditawar. Kepatuhan industri adalah kunci.

Pihak perusahaan sendiri menyambut baik kedatangan Satgas Citarum Harum. Manajemen menyatakan bersedia dan berkomitmen penuh untuk melaksanakan seluruh arahan serta masukan dari Satgas demi perbaikan kualitas IPAL.

Sidak akan terus digencarkan di seluruh wilayah kerja Sektor 6. Sebab merawat Citarum adalah kerja kolektif: pemerintah, TNI, industri, dan masyarakat harus berada dalam satu barisan.

Berita Terkait

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Berita Terbaru