Berita

CV Standart Food Globalindo Diminta Benahi IPAL, Perusahaan Nyatakan Siap Patuhi Aturan

82
×

CV Standart Food Globalindo Diminta Benahi IPAL, Perusahaan Nyatakan Siap Patuhi Aturan

Sebarkan artikel ini

 

Cianjur – Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 6 melakukan inspeksi mendadak ke CV. Standart Food Global Indo di Kampung Pasir Loji, Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Kamis, 23 April 2026.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sidak ini merupakan bagian dari komitmen tanpa kompromi Program Citarum Harum untuk mewujudkan sungai yang 0 pencemaran dari limbah industri.

Dari hasil pengecekan di lapangan, Satgas menemukan kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah milik perusahaan tersebut kurang maksimal. Akibatnya, air hasil olahan yang keluar dari IPAL dan mengalir ke selokan kualitasnya diduga belum memenuhi baku mutu lingkungan. Mengingat air yang keluar masih berbau, berwarna dan berbusa.

Dansektor 6 Citarum Harum, Kolonel Inf. Jhonson M. Sitorus, menegaskan perlunya langkah percepatan. “Dari hasil sidak ditemukan air yang keluar dan masuk ke selokan kurang maksimal sehingga perlu ada pengoptimalan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menindaklanjuti temuan itu, Satgas Citarum Harum memberikan tenggat waktu dua minggu kepada manajemen CV. Standart Food Global Indo. Perusahaan wajib mengoptimalkan seluruh proses IPAL agar air buangan dari pabrik benar-benar bersih dan tidak mencemari lingkungan sekitar, khususnya anak-anak sungai yang bermuara ke Citarum.

Langkah tegas ini menjadi penanda bahwa marwah Citarum Harum sebagai gerakan pemulihan sungai terpanjang di Jawa Barat tidak bisa ditawar. Kepatuhan industri adalah kunci.

Pihak perusahaan sendiri menyambut baik kedatangan Satgas Citarum Harum. Manajemen menyatakan bersedia dan berkomitmen penuh untuk melaksanakan seluruh arahan serta masukan dari Satgas demi perbaikan kualitas IPAL.

Sidak akan terus digencarkan di seluruh wilayah kerja Sektor 6. Sebab merawat Citarum adalah kerja kolektif: pemerintah, TNI, industri, dan masyarakat harus berada dalam satu barisan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *