Aneka Biscotti dan Brownchips Berbahan Sagu Lokal Papua

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Journal News.id – Sagu kini tak hanya menjadi salah satu makanan tradisional masyarakat Papua, seperti papeda, sagu bakar, dan lain sebagainya yang diolah secara tradisional, namun kini bisa diolah menjadi Sagu Biscotti dah Brownchips Sagu yang disukai oleh banyak orang dan beredar luas di pasaran.

Sagu yang dulu dikenal hanya bisa dikelola secara tradisional, justru kini bisa dirasakan dalam bentuk yang modern dan memiliki nilai jual di pasaran dalam bentuk kemasan yang diberi nama Sagu Biscotti dan Brownchips Sagu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sagu Biscotti dan Brownchips Sagu pertama kali dikenalkan oleh seorang perempuan muda bernama Astia Mulyawati melalui tempat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang diberi nama Basyira Kukis.

Di tempat inilah sagu dijadikan dalam kemasan dan oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke Papua.

Menurut Astia bahwa pihaknya telah memulai usaha Sagu Biscotti dan Brownchips Sagu sejak tahun 2021, namun belum terlalu fokus dilakukan.

Pada tahun 2023 hingga 2024, Basyira Kukis mulai fokus untuk memproduksi Sagu Biscotti dan Brownchips Sagu dengan bahan dasar sagu yang diambil langsung dari masyarakat secara tradisional di Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Pada 2024, kami dapat kesempatan untuk pameran nasional bersama Menteri Perindustrian, khusus produk olahan sagu melalui Festival Sagu di Jakarta. Pada tahun ini kita dapat tiga pameran, yakni Pameran Trade Expo Indonesia dan Woderful Indonesia bersama Kementerian Pariwisata,” jelasnya, Senin (19/1/2026).

Kata Astia, pada awal pameran di Sarinah Jakarta, pihaknya langsung membawa produk Sagu Biscotti dan Brownchips Sagu. Tidak membutuhkan waktu lama, hasil produksi ini langsung habis terjual, kebanyakan dibeli oleh para pengunjung yang berasal dari luar negeri.

“Biscotti orang luar mereka tahu, kebanyakan dibuat dari tepung, tetapi yang kami bawa adalah Biscotti dengan bahan dasar sagu. Ini merupakan hal baru bagi mereka dan saat mereka suka, sehingga pulang dari pameran, kita komitmen untuk memproduksi biscotti dengan bahan dasar sagu dari Papua,” bebernya.

Untuk rasanya sendiri, Astia menjelaskan, Sagu Biscotti dan Brownchips Sagu memiliki varian rasa, yakni Almon Kismis Ori, Almond Kismis Less Sugar, Kenari Coklat Less Sugar, Browchips Sagu, Choco Almond, Choco Cheese dan Greetea Almond

“Sagu Biscotti dan dan Brownchips Sagu ini kita sesuaikan dengan selera dan juga tidak terlalu banyak gula, karena kita sesuaikan dengan para pelanggan yang diabetes, sehingga bisa dikonsumsi oleh semua orang,” katanya.

“Untuk Sagu Biscotti kita tambahkan tepung keladi yang kita buat sendiri. Ada juga Almond dan Kismiss, agar rasanya lebih modern. Selain itu, kita pakai Coklat dan Kenari, sebab kalau untuk masyarakat timur sangat familiar,” sambung dia.

Astia mengatakan, Sagu Biscotti dan Brownchips Sagu yang diproduksi ini bisa dimakan oleh semua usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kemasannya juga dibuat sedemikian rupa, agar Ketika dibuka bisa dimakan dan bisa ditutup lagi.

“Sagu Biscotti dan Brownchips Sagu ini sudah dipasarkan dan bisa dibeli oleh masyarakat diberbagai pertokoan seperti Saga, dan berbagai supermarket lainnya. Selain itu, bisa ditemukan juga di bandara untuk dibeli sebagai oleh-oleh dari Papua,” ujarnya.

Astia menambahkan bahwa Sagu Biscotti dan Brownchips Sagu ini sudah dikirim ke beberapa daerah yang ada di Papua maupun di luar Papua, seperti di Jakarta, Kabupaten Nabire, Kabupaten Mimika dan beberapa daerah lainnya.

“Kami jual Sagu Biscotti dan Brownchips Sagu dengan harga Rp 35000,- sampai dengan Rp 37000,- per pcs (bungkus). Masyarakat di luar Papua juga bisa membelinya secara online lewat Shoppe,” ungkapnya.

Selain itu, pada tahun 2025, Sagu Biscotti dan Brownchips Sagu telah dibawa utk ikut pameran di MIHAS Malaysia (Malaysia internasional halal showcase) dan Pasar Hamburg Jerman.

“Saya berharap kehadiran Sagu Biscotti ini mampu mengangkat nilai sagu sebagai salah satu makanan khas Papua. Selain itu, tidak ada lagi sagu yang terbuang begitu saja,” tutupnya. (*).

Berita Terkait

PROYEK RS MITRA SIAGA BALAPULANG DIHENTIKAN SEMENTARA, REE’ GERHANA INDONESIA: “DLH SUDAH BUKA KARTU, SEKARANG PUBLIK MENUNGGU PENJELASAN DPMPTSP”
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Dorong Anggaran 2027 Fokus Pertumbuhan Ekonomi Dan Pemerataan Pembangunan.
DKPP Kabupaten Cirebon Dorong Konsumsi Ikan Lewat Bazar dan Gemarikan
TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 Resmi Dibuka, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Percepat Pembangunan Desa di Wonopringgo
KS LAW FIRM Resmi Buka Layanan Bantuan Hukum untuk Warga Cianjur
Komunitas Bagong Mogok Bersama Polsek Mande dan Pemdes Mulyasari Salurkan Bantuan untuk Pasangan Lansia Korban Kebakaran
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Bentuk Datgas Pertanahan Terlibat KasusbTanah Tidak Penjarakan Segera!!!
Kapolres Cirebon Kota Silaturahmi dengan Ketua FPI Kota Cirebon Perkuat Komunikasi Jaga Kamtibmas
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:19 WIB

PROYEK RS MITRA SIAGA BALAPULANG DIHENTIKAN SEMENTARA, REE’ GERHANA INDONESIA: “DLH SUDAH BUKA KARTU, SEKARANG PUBLIK MENUNGGU PENJELASAN DPMPTSP”

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:49 WIB

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Dorong Anggaran 2027 Fokus Pertumbuhan Ekonomi Dan Pemerataan Pembangunan.

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:12 WIB

DKPP Kabupaten Cirebon Dorong Konsumsi Ikan Lewat Bazar dan Gemarikan

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:33 WIB

TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 Resmi Dibuka, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Percepat Pembangunan Desa di Wonopringgo

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:21 WIB

KS LAW FIRM Resmi Buka Layanan Bantuan Hukum untuk Warga Cianjur

Berita Terbaru