Kunjungan Kanonik Di Kabupaten Keerom, Ini Pesan Mgr. Yanuaris Theofilus Matopai You, Uskup Jayapura Orang Asli Papua Pertama Kepada Seluruh Umat

- Penulis

Minggu, 13 Agustus 2023 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journal News.id // Uskup Keuskupan Jayapura Mgr. Yanuaris Theofilus Matopai You melakukan kunjungan Kananik yang pertama di Kabupaten Keerom sejak ditunjuk oleh Paus Fransiskus pada 29 Oktober 2022 menggantikan Leo Laba Ladjar O.F.M.

Ia merupakan Uskup Jayapura pertama orang asli Papua yang ditahbiskan pada tanggal 2 februari 2023 oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia di Katedral Jayapura dalam sejarah panjang 128 tahun gereja Katolik di Tanah Papua.

Pada kesempatannya, Sabtu (12/8/23) di Gereja Katolik St. Wilbrodus Arso Kota, Uskup Keuskupan Jayapura menjelaskan bahwa kunjungan dirinya dalam rangka silahturahmi sekaligus melihat umat di Kabupaten Keerom.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kunjungan saya di Arso Dekenat Keerom istilahnya sebagai kunjungan kanonik, merupakan kunjungan yang Perdana di mana seorang Uskup itu melakukan kunjungan kepada umat di Paroki dan melihat secara langsung keadaan umat mendengarkan apa yang mereka alami dan sekaligus juga bersilaturahmi kepada Pemerintah Daerah dan tokoh-tokoh agama yang ada,” jelasnya.

Uskup Jayapura itu mengutarakan rasa senangnya atas sambutan yang meriah dan kekeluargaan yang diberikan umat dan masyarakat Kabupaten Keerom.

“Saya merasa senang sekali atas sambutan yang diberikan kepada saya mulai sejak pertama di gerbang masuk wilayah Keerom dan melakukan pemberkatan. Ada dua patung berdiri megah simbol laki-laki dan perempuan, ini menandakan bahwa orang-orang Keerom ini punya hati yang baik untuk menerima orang lain tanpa melihat perbedaan,” ungkap Uskup Yan You.

Uskup juga berpesan kepada semua pihak yang berada di Keerom untuk selalu menjaga kebersamaan, persatuan dan saling menghormati.

“Hormatilah Masyarakat asli Keerom karena mereka sangat terbuka dan dapat menerima orang lain ada di daerah ini. Uskup juga menekankan supaya menjaga toleransi dan persatuan baik secara internal gereja tetapi juga bersatu dengan agama dan suku lainnya,” imbuhnya

Lanjut Uskup Yan You menekankan seluruh masyarakat dan semua pihak untuk mendukung dirinya dan juga pemerintah daerah Kabupaten Keerom.

“Kepada seluruh umat untuk selalu mendukung pemerintah daerah dalam seluruh program pembangunan yang ada, sekaligus mendukung saya sebagai Uskup orang Papua yang pertama dengan mendukung seluruh kegiatan gereja, kepada masyarakat dan pemuda agar menjauhi Miras dan Narkoba untuk masa depan generasi anak Keerom yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Keerom Piter Gusbager menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kunjungan Uskup Keuskupan Jayapura di Kabupaten Keerom.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Keerom menyampaikan apresiasi setingginya kepada gereja katolik dalam sejarah panjang telah melayani dan berjasa besar untuk wilayah ini, juga kepada gereja dan lembaga agama yang lainnya.

Bupati menghimbau seluruh pihak untuk bersatu dan bergandengan tangan membangun Kabupaten Keerom.

“Kepada seluruh masyarakat hendaknya selalu menjaga persatuan karena perbedaan itu adalah kekuatan untuk kita membangun wilayah ini. Hanya dengan persatuan dan kesatuan kabupaten ini akan semakin maju ke depan. Terima kasih untuk semua pihak yang hadir dalam penyambutan dan mendukung Uskup dalam tugasnya yang besar,” tutupnya.

Pantauan media, kedatangan Uskup Jayapura disambut ribuan umat dan masyarakat setibanya di batas kota di Kampung Yowong, Uskup melakukan pemberkatan Tugu Sekemre lalu melanjutkan perjalanan melalui Arso 7, 1, 6, dan Arso 2 setelah melalui pemberkatan tugu Yi (matahari terbit) di Swakarsa.

Selanjutnya rombongan meneruskan perjalanan ke Arso kota Kampung dan terakhir di Gereja Katholik St. Wilbrodus Arso Kota. Dengan serangkaian acara ibadah syukur, ramah tamah dengan Forkompinda, Tokoh-tokoh agama dan jemaat yg datang dari beberapa Paroki yang ada di Kabupaten Keerom.

Berita Terkait

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*
Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha
Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Bidan di Sukaresmi Diduga Buka Praktik Mandiri Tanpa SIPB, Puskesmas: Urgensi Boleh Ditangani, Persalinan Tidak
SMK DZakiyyun Lepas 108 Siswa Angkatan ke-9, 10 Lolos Magang ke Jepang
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Senin, 1 Juni 2026 - 11:22 WIB

1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:17 WIB

Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:23 WIB

Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP

Berita Terbaru