Pemkab Cirebon Launching Implementasi Grebeg Stunting Cirebon Katon dan Aplikasi Zibanting

Senin, 26 Juni 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Journal News .id.KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan melaunching implementasi Grebeg Stunting Cirebon Katon dan Aplikasi Zibanting (Gizi Seimbang Cegah Stunting) di GOR Ranggajati Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (24/6/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si, Sekda Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva’i, M.Pd., para kepala perangkat daerah, para amat, Pemdes dan para kader se-Kabupaten Cirebon.

Bupati Imron mengatakan, launching implementasi Grebeg Stunting Cirebon Katon dan Aplikasi Zibanting merupakan kerjasama antara dinas kesehatan dan dinas terkait hingga kecamatan, desa dan kader guna mendukung penanganan stunting.

Menurutnya, launching aplikasi ini bertujuan untuk mengetahui kasus stunting yang ada di tiap kecamatan, mengingat bahwa kasus stunting di Kabupaten Cirebon masih cukup tinggi.

“Kader di bawah harus melaporkan, termasuk tindakan-tindakan dari puskesmas dan kader sejauh mana hasilnya,” kata Imron.

Ia meminta kepada dinas-dinas terkait untuk membuat inovasi penanganan stunting, seperti digulirkannya program ini. Maka diharapkan, angka stunting di Kabupaten Cirebon dapat menurun.

Sekda Kabupaten Cirebon, Hilmy Riva’i mengatakan, prevalensi stunting di Kabupaten Cirebon sampai dengan tahun 2022 di angka 18 persen lebih.

Dengan adanya program implementasi pencegahan stunting melalui Zibanting ini, diharapkan menjadi sebuah proses efisiensi dan efektifitas pelayanan terhadap pencegahan stunting.

“Kita berharap, target di tahun 2024 penurunan prevalensi dari 18 ke 14 persen dan anggarannya terimplementasi untuk pelaksanaan pencegahan stunting,” harap Hilmy.

Menurutnya, sudah saatnya untuk terjun ke lapangan dalam penanganan stunting, termasuk asupan gizi dan bagaimana anak mendapat kesehatan yang lebih baik.

“Inginnya sesuai arahan Presiden dan Gubernur, mengarah ke new zero stunting. Walaupun ini sangat berat, tapi kita ingin di angka 14 serendah-rendahnya,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Neneng Hasanah, MM mengatakan, launching implementasi ini merupakan stategi optimalisasi konvergensi kecepatan penurunan stunting yang ada di Kabupaten Cirebon.

Pihaknya mencoba mengimplementasikan dengan empat desa percontohan di Kecamatan Talun, karena Kecamatan Talun ini merupakan desa dengan lokus stunting terbanyak.

“Kita ujicobakan dulu, nanti akan direplikasikan kepada 24 yang menjadi lokus di tahun 2023 ini. Total stunting 14.014 tersebar di seluruh Kabupaten Cirebon. Akan tetapi yang menjadi lokus stunting ada di 28 desa, 9 kecamatan dan 10 puskesmas,” jelas Neneng.

Menurutnya, Zibanting ini merupakan aplikasi yang memudahkan bagi kader dan masyarakat untuk mengetahui faktor resiko apa yang terjadi pada kasus-kasus stunting, sehingga nanti mudah untuk dilakukan intervensi.

“Misal, faktor resikonya karena sakit-sakitan, dapat dicegah dengan imunisasi.Berarti harus dipenuhi imunisasi dasar lengkapnya,” ujar Neneng.

“Atau karena faktor tidak memiliki sanitasi yang baik, dalam hal ini jamban, maka kita akan berkerjasama dengan Baznas untuk memenuhi jamban sehatnya. Jadi, memang setiap keluarga atau balita tidak sama intervensinya, tergantung faktor penyebabnya,” pungkasnya.

Laporan:Sana

Berita Terkait

Lokakarya Gekbrong Soroti Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unsurya
Tantan Sulton Terpilih Sebagai Ketua PWI Jawa Barat.
Diduga Harga Rak Berbeda dengan Kasir di Alfamidi Cipanas, Konsumen Minta Disdag Cianjur Turun Tangan
Bupati Cianjur Resmikan Kantor Baru Dinkes, Minta Kepala Puskesmas Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
KEPALA DESA GANTI DILAPORKAN KE POLISI TERKAIT PENGRUSAKAN DAN PEMBAKARAN PAGAR PEKARANGAN WARGA
KS LAW FIRM Resmi Buka Layanan Bantuan Hukum untuk Warga Cianjur
PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026.
KS LAW FIRM & PARTNER Buka Layanan Bantuan Hukum Pidana dan Perdata, Konsultasi Gratis via WhatsApp

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:15

Lokakarya Gekbrong Soroti Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unsurya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:41

Tantan Sulton Terpilih Sebagai Ketua PWI Jawa Barat.

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:39

Diduga Harga Rak Berbeda dengan Kasir di Alfamidi Cipanas, Konsumen Minta Disdag Cianjur Turun Tangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:43

Bupati Cianjur Resmikan Kantor Baru Dinkes, Minta Kepala Puskesmas Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:59

KEPALA DESA GANTI DILAPORKAN KE POLISI TERKAIT PENGRUSAKAN DAN PEMBAKARAN PAGAR PEKARANGAN WARGA

Berita Terbaru