Soal KDRT, Begini Kata Kades Mulyasari

Selasa, 23 Mei 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur, Kepala Desa Mulyasari, Rifan membenarkan adanya peristiwa Kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di Wilayahnya. Ia mengatakan bahwa korban merupakan warga asli kampung sukamanah Desa Mulyasari. Namun untuk terduga pelaku berasal dari kota Bandung dan sudah menjadi warganya setelah menikah dengan Ilah.

” Saat itu juga pemerintahan Desa langsung membawa korban ke puskesmas. Hasil pemeriksaan puskesmas, tidak ada luka yang cukup serius dan hanya memar memar saja,” kata Rifan, Selasa, (23/5/23).

Kepala Desa juga menyampaikan bahwa setelah kejadian itu terjadi, pihaknya sudah mendamaikan keduanya di Kantor Desa dan sudah saling memaafkan.

” Sudah ada musyawarah di desa, kalo untuk laporan ke polisi kami kurang tahu yah, yang jelas di desa sudah ada musyawarah,” terangnya.

Kepala Desa juga menyebutkan, bahwa saat ini, Suami atau terduga pelaku yang berinisial IR sudah tidak tinggal bersama Ilah.

” Tinggal sama anaknya sekarangmah di Bandung sudah tidak bersama Ilah,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa telah terjadi aksi kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan sang suami terhadap istrinya di Kampung Sukamanah, Desa Mulyasari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Sabtu, (20/5/23) lalu.

Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga itu terjadi pada pukul 05:00 wib saat sang istri Ilah (48) tengah memasak.

Menurut anak korban Sari, memgatakan, bahwa sebelumnya terdengar percekcokan antara ibu dan ayah tirinya tersebut. Namun tidak lama terjadilah peristiwa penganiayaan terhadap sang istri yang sudah 15 tahun dinikahi sang ayah tiri.

Melihat hal itu, Sari pun langsung mererai sembari merekam untuk keterangan alat bukti.

Kendati keduanya kini sudah saling memaafkan. Namun keluarga korban tetap melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Berita Terkait

Diduga blm dilelang MOBDin operasional Suzuki APV Warna Hitam” Jadi milik Pribadi mantan pegawai sekwan Dprd lahat
Kontraktor CV.LGM diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Lahat 6,3 Milyar
Peredaran Miras Diduga Ilegal terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas berjualan, Kinerja APH dipertaruhkan
Dipersoalkan: Pengadaan Absensi Fingerprint APH minta Tindaklanjuti temuan..
TERKESAN BANYAK SANDIWARA PEMKAB LAHAT” EFISIENSI ” HANYA TOPENG
Plt Kepala Dinas Perikanan Saat dimintai tanggapannya Kabur dan langsung masuk mobil
Publik” Minta Kejari Lahat Bongkar tuntas rantai kasus dana BOS dan proyek Smart TV di Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat.
Respons Cepat Polisi dan Damkar Percepat Penanganan Kebakaran Rumah di wilayah Kapetakan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:41

Diduga blm dilelang MOBDin operasional Suzuki APV Warna Hitam” Jadi milik Pribadi mantan pegawai sekwan Dprd lahat

Senin, 14 September 2026 - 18:31

Kontraktor CV.LGM diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Lahat 6,3 Milyar

Kamis, 10 September 2026 - 08:48

Peredaran Miras Diduga Ilegal terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas berjualan, Kinerja APH dipertaruhkan

Selasa, 8 September 2026 - 13:42

Dipersoalkan: Pengadaan Absensi Fingerprint APH minta Tindaklanjuti temuan..

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:11

TERKESAN BANYAK SANDIWARA PEMKAB LAHAT” EFISIENSI ” HANYA TOPENG

Berita Terbaru