Ajakan Dialog Interaktif GMRI dan Posko Negarawan :
BANGKITNYA ORDO SPIRITUALITAS

- Penulis

Jumat, 20 Januari 2023 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JOURNAL NEWS | GMRI berencana membuat acara dialog bertema Bangkitnya Ordo Spiritualitas dengan model tatap muka. Panitia mengundang khusus sejumlah 20 penikmat narasi dan diskursus ini, yaitu 5 wartawan terpilih, 5 mahasiswa/i terpilih, 5 orang umum terpilih, 5 dosen terpilih.

Temu sukacita ini sebagai pola disemenasi di berbagai kalangan, terutama media agar menjadi ombak dan pemantik. Tentu ini kampanye media sebelum kerja raksasa tour ke kampus agar calon pendengar bisa memahami pikiran-pikiran diskursus dan isu ini.

” Kita akan mulai dialog itu dengan beberapa pertanyaan fundamental, “apa itu spiritualitas, bagaimana ia berfungsi sebagai petunjuk hidup dan bahkan bagi negara kita, bagaimana mempelajarinya, bagaimana praktiknya, kenapa kini ia absen di sekolah kita, bagaimana ia digunakan sebagai antitesa kerakusan manusia? dll.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kami berharap, dengan 20 orang terpilih, isu dari kebangkitan spiritualitas sebagai modus operandi penyelamatan bangsa dari amok kolonialisme bisa terpahamkan. Deru dan gairahnya muncul di media, pamplet, mural, jurnal, buku-buku, potkes, video, film dan kemudian menjadi gelombang perubahan positif buat warga negara, buat negara dan pemerintahan serta buat bangsa ini. Tentu untuk menuju dan memastikan hadirnya peradaban yang kita cita-citakan bersama.

Sebagai pemantik, kita akan dengarkan paparan Bopo Sri Eko Sriyanto Galgendu. Beliau adalah pendiri Posko Negarawan dan pengurus GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia). Keduanya adalah lembaga yang konsen melakukan pendidikan perkaderan kenegaraan dan kepemimpinan.

Beliau lahir di Surakarta 18 Juli 1967. Menimba ilmu dan pengalaman hidup khususnya dengan para pemuka agama-agama dan para raja dan sultan di Nusantara.

Kedekatannya dengan Alm Sinuwun Pakubuwana XII dan Alm Gusdur membawanya mengenal Ilmu Raja dan Ilmu Wali. Anugrah BhaHaSa BHuMi menjadikan dirinya memiliki doa dan syair ayat ayat BhuWaNa.

Baginya “kepemimpinan adalah mahkota pengabdian, tanggung jawab dan perbuatan tanpa tepi,” sedangkan “kenegarawanan adalah usaha bersama mencapai kesentosaan.”

Ya. Kita diajarkan bahwa pada dasarnya seluruh makhluk hidup memancarkan medan magnetik sendiri-sendiri. Medan magnetik ini adalah energi, di mana ada energi bisa dipastikan bahwa di situ ada frekuensi. Di mana ada frekuensi di situ ada informasi. Medan magnetik ini saling berhubungan satu sama lain secara tidak kasat mata. Itulah sebabnya manusia bisa memahami medan informasi suatu hal yang sudah dan belum terjadi (futurologis).

Kita juga memahami, bahwa puncak-puncak peradaban besar selalu berlandaskan “iman” dan kokohnya spiritualitas penghuninya. Semoga ini menjadi jihad intelektual yang jenius dan serius.

Spiritualitas mendidik kita untuk memastikam bahwa bukan ingin menjadi lebih baik dari orang lain, tapi kita hanya ingin lebih baik dari diri kita yang dulu. Sebab, kita tak sebaik yang kalian ucapkan, tapi juga tak seburuk yang terlintas di pikiran kalian.

Mari kita memberi kesempatan siapapun untuk berubah ke arah lebih baik. Dari satu terminal ke terminal berikutnya dalam lorong waktu yang panjang terbentang. Karenanya, jangan melihat masa lalu seseorang saja karena semua punya masa kini dan masa depan.

Bagi yang berminat bisa menghubungi panitia, Bikku Setiyo Wibowo, di +6282138929452. Waktu dan tempat masih tentatif. Akan dikabarkan secepatnya. Selamat bergabung dan cerah ceria bersama. Dan acara akan dipandu oleh Prof. Yudhie Haryono Ph.D.

Berita Terkait

Sidang Ketiga Kasus Labu Viral di Cianjur, Jawaban Jaksa Ditolak Hakim
Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
Dirgahayu Ke 18 Tahun Kongres Advokat Indonesian DPC Kabupaten Cianjur., Tegakan Keadilan Yang Utama Buat Masyarakat.
DPC KAI Cianjur Rayakan HUT ke-18 dengan Donor Darah dan Aksi Kemanusiaan
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Pakar Sebut Barang–barang Pemberian China Dibuang Pejabar AS demi “Security System”
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:04 WIB

Sidang Ketiga Kasus Labu Viral di Cianjur, Jawaban Jaksa Ditolak Hakim

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:37 WIB

Dirgahayu Ke 18 Tahun Kongres Advokat Indonesian DPC Kabupaten Cianjur., Tegakan Keadilan Yang Utama Buat Masyarakat.

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:13 WIB

DPC KAI Cianjur Rayakan HUT ke-18 dengan Donor Darah dan Aksi Kemanusiaan

Berita Terbaru