Mengenang 2 Tahun Mangkatnya Presiden Perdamaian Dunia Prof. Dr. Djuyoto Suntani

- Penulis

Kamis, 19 Januari 2023 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta–Bunda Ratu Perdamaian yang akrab disapa bunda Astrid adalah Permaisuri mendiang Prof. Dr. Suntani Sang Presiden Komite Perdamaian Dunia. Memiliki anggota di 202 negara

Rabu malam tepatnya, 18 Januari 2023 bersama para tokoh lintas sektoral dan ratusan anak yatim menyelenggarakan doa dalam rangka mengenang 2 tahun meninggalnya Sang Presiden Perdamaian.

“Sampai saat ini sulit kita dapatkan penggati almarhum dalam hal kiprahnya menjadi Presiden Perdamaian. Maka dari itu momentum mengenang 2 tahun wafatnya kita jadikan momentum untuk melanjutkan cita-cita luhur beliau. “Ulas Bunda Astrid kepada para awak media di Jakarta, Rabu (18/01/2023)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wanita yang dijuluki Ratu Komite Perdamaian ini tidak lupa menitip pesan kepada para anak bangsa untuk tidak jemu menggaungkan pesan perdamaian dunia sekaligus merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Djuyoto Suntani, lahir di sebuah perkampungan di Jepara, Jawa Tengah, 6 Juli 1962. Sejak kecil ia dijuluki Anak Pelangi atau Anak Kuwung karena kakak dan adiknya meninggal dunia.

Ia adalah Presiden Komite Perdamaian Dunia atau President of The World Peace Committee (TWPC) yang didirikannya sejak 7 Maret 1997 di Basel, Swiss. Kala itu TWPC dideklarasikan oleh 9 pemimpin yang berasal dari 9 negara.

Visi dan misi TWPC adalah membangun sebuah keluarga masyarakat baru mumi dengan hati. TWPC adalah satu-satunya institusi komunitas internasional yang memiliki sistem kepemimpinan yang kolektif dan selektif dari perwakilan 202 negara. Ajaran hidupnya adalah, bahwa semua manusia satu keluarga bumi.

Tinggal di bumi yang sama, minum air yang sama, menghirup udara yang sama. Meninggal di bumi yang sama, di bawah langit yang sama, ciptaan Tuhan yang sama.

Djuyoto Suntani, mendapat gelar Pangeran dari berbagai Kerajaan, dan Kesultanan. Menjadi warga kehormatan berbagai Negara.

Menjadi penasehat berbagai organisisasi internasional. Mendapat Doctor Honoris Causa dari berbagai Universitas Dunia.

“Mari berbuat yang terbaik bagi dunia sehingga tercipta perdamaian global, tentunya akan memberikan efek positif bagi kita semua. “Tegas Bunda Astrid

Lipsus: Jalal

Berita Terkait

Sidang Ketiga Kasus Labu Viral di Cianjur, Jawaban Jaksa Ditolak Hakim
Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
Dirgahayu Ke 18 Tahun Kongres Advokat Indonesian DPC Kabupaten Cianjur., Tegakan Keadilan Yang Utama Buat Masyarakat.
DPC KAI Cianjur Rayakan HUT ke-18 dengan Donor Darah dan Aksi Kemanusiaan
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Pakar Sebut Barang–barang Pemberian China Dibuang Pejabar AS demi “Security System”
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:04 WIB

Sidang Ketiga Kasus Labu Viral di Cianjur, Jawaban Jaksa Ditolak Hakim

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:37 WIB

Dirgahayu Ke 18 Tahun Kongres Advokat Indonesian DPC Kabupaten Cianjur., Tegakan Keadilan Yang Utama Buat Masyarakat.

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:13 WIB

DPC KAI Cianjur Rayakan HUT ke-18 dengan Donor Darah dan Aksi Kemanusiaan

Berita Terbaru