Journal News.id. Kabupaten Cirebon, Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi PDI Perjuangan Hj. Selly Adriany Gantina, A. Md, hadiri penyaluran bantuan atensi penyandang Disabilitas yang ada di Kabupaten Cirebon. Acara diselenggarakan di ruang Boardroom Kantor Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Selasa 18/10/22.
Bantuan berasal dari Kementrian Sosial disalurkan melalui Balai disabilitas Phala Martha Sukabumi Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut Selly Adriany Gantina yang akrab disapa Bunda Selly mengatakan, bantuan tersebut bukan dari dirinya melainkan dari Presiden Jokowi melalui kementrian Sosial, mengingat Pak Jokowi selalu berharap semua warga Negara Disabilitas, anak difabel dan Warga kurang mampu lainnya mendapatkan bantuan yang meliputi bantuan alat bantu dan ekonomi, tutur wanita yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Cirebon tersebut.
“Sudah dua kali Kementrian Sosial menyalurkan bantuan kepada disabilitas dan warga kurang mampu di Kabupaten Cirebon, bantuan tersebut turun setelah dilakukan assasmen.
” Bantuan tersebut bukan saja hanya bantuan alat bantu fisik, akan tetapi termasuk bantuan ekonomi, contohnya tadi ada dua orang kepala keluarga yang mengalami disabilutas namun mereka dari kelompok pedagang keliling, karena ada usahanya kemudian diberi bantuan dua motor roda tiga berikut isinya atau dagangan yang bisa langsung di jual, agar mereka bisa langsung dagang keliling di kampung, “ungkap Bunda Selly.
” Dalam hal ini saya melihat dalam penanganan disabilitas, anak difabel dan warga kurang mampu sudah mengalami kemajuan disinilah bentuk kehadiran Negara kepada mereka, contohnya ada anak yang baru lahir yang mengalami difabel sejak lahir, kemudian orang tuanya diberi bantuan modal, targetnya adalah, kedua orang tuanya bisa buka usaha di kampungnya tidak kemana-mana sambil bisa mengurusi anaknya yang mengalami difabel, ” Ujarnya.
Lebih lanjut Bunda Selly mengatakan, dirinya berharap kedepannya dalam penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) Pemerintah bisa membuat Rumah Sakit khusus yang dapat menangani penyakit Mental, pasalnya Rumah sakit umum yang ada saat ini hanya menangani pemeriksaan secara pesikoligis, tidak menangani penyakit mental secara keseluruhan, sehingga penanganannya belum bisa secara maksimal karena dibatasi oleh waktu tertentu, sembuh tidak sembuh batas waktunya habis pulang, “tegasnya.
” Namun untuk mewujudkan Rumah Sakit khusus menangani penyakit mental tersebut tentunya tidak mudah, karena membutuhkan kerjasama dan kesepakatan dari para Kepala Daerah seperti Kuningan, Majalengka Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Indramayu, ” Kata Bunda Selly.
” Dengan cara inilah maka tidak ada lagi saling lempar tanggung jawab antara Dinsos dan Dinkes yang terkait dengan penanganan hal tersebut, “tuturnya.
Bunda Selly mengatakan, selama ini penanganan tersebut diserahkan kepada Panti, panti tersebut pembiayaannya diserahkan kepada Kabupaten Kota, sedangkan menurut Selly keuangan daerah itu sangat minim, sangat berbeda dengan Balai yang ditangani oleh Kementrian dengan anggaran yang besar, harusnya panti juga di biayai oleh Kementrian, sehingga pembiayaannya bisa secara maksimal, ” Pungkas Bunda Selly.
Dilain acara Bunda Selly juga berkenan memberikan bantuan beras dan uang tunai dari Ketua DPR RI Puan Maharani yang di berikan kepada warga yang secara ekonomi memang sedang mengalami kesulitan.
Hal tersebut diutarakan oleh Bunda Selly dalam sambutannya saat sebelum acara penyerahan bantuan tersebut di mulai.
Dalam penyerahan bantuan dari Puan Maharani tersebut Bunda Selly di dampingi oleh Sekertaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon Sophi Zulfiah.
Laporan:Sana











