Kuota Poli Gigi Puskesmas 1 Jeruklegi Dikeluhkan, Pasien: Datang Pagi Pun Tetap Tak Kebagian

Selasa, 28 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

 

​CILACAP // Juornal News – Motto: Melayani dengan Hati yang diusung Puskesmas 1 Jeruklegi tampaknya masih membentur tembok kenyataan pahit di lapangan. Kebijakan pembatasan kuota di Poli Gigi yang hanya melayani 10 pasien per hari kini menjadi sorotan karena kerap memicu kekecewaan warga.

​Pada Selasa (28/4/2026), awak media Journal News memantau langsung situasi di lokasi sejak pukul 07.30 WIB. Berdasarkan bincang-bincang dengan warga di halaman parkir , terungkap bahwa perjuangan untuk mendapatkan layanan gigi tidaklah mudah.
​Salah satu pasien mengaku sengaja datang jauh lebih awal karena pengalaman hari sebelumnya. “Kemarin saya datang jam 8 pagi, tapi kuota sudah habis. Terpaksa pulang lagi dengan kecewa,” ujarnya.

​*Sistem Booking yang Memangkas Kuota*

Ketegangan mulai terasa saat pintu pelayanan dibuka tepat pukul 07.45 WIB. Puluhan warga segera merapat ke meja pendaftaran. Di sana, petugas mengarahkan pasien yang mau ke Poli Gigi dengan informasi yang mengejutkan.
​Meski saat itu ada 5 pasien yang mengantre secara fisik, ternyata buku catatan petugas menunjukkan sudah ada 6 pasien yang melakukan pemesanan (booking) sebelumnya. Artinya, bagi warga yang datang langsung pagi itu, kuota yang tersisa hanya untuk 4 orang saja.

Oplus_16908288

​Nasib apes dialami Ibu Siem, warga Jeruklegi. Ia terpaksa gigit jari dan tertolak karena berada di urutan ke-6. Petugas pendaftaran hanya bisa menyampaikan permohonan maaf dan menyarankan untuk melakukan booking di hari berikutnya.

*​Perlu Perhatian Dinas Kesehatan*

Potret ini memicu pertanyaan besar bagi masyarakat: Apakah kuota 10 orang per hari sudah memadai untuk wilayah Jeruklegi? Mengapa tidak ada penambahan kuota atau solusi bagi pasien yang sudah datang dari jauh?

​Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp menyatakan akan segera melakukan peninjauan.
​”Akan kami cek kondisi di lapangan,” tulisnya singkat.

​Di sisi lain, setelah kejadian penolakan tersebut, pihak bidang pelayanan Puskesmas sempat menghubungi awak media yang juga gagal berobat karena keterbatasan kuota.
​”Mohon maaf atas pelayanan kami, silakan jika Bapak ingin berobat hari ini,” ungkap perwakilan Puskesmas melalui sambungan telepon.

​Harapannya, evaluasi sistem pendaftaran dan penambahan kuota bisa segera dilakukan agar hak masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan tidak terhambat oleh urusan administratif semata.
​Laporan: (SW)

Berita Terkait

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit
Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Kenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:06

‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎

Berita Terbaru