CILACAP // Juornal News – Motto: Melayani dengan Hati yang diusung Puskesmas 1 Jeruklegi tampaknya masih membentur tembok kenyataan pahit di lapangan. Kebijakan pembatasan kuota di Poli Gigi yang hanya melayani 10 pasien per hari kini menjadi sorotan karena kerap memicu kekecewaan warga.
Pada Selasa (28/4/2026), awak media Journal News memantau langsung situasi di lokasi sejak pukul 07.30 WIB. Berdasarkan bincang-bincang dengan warga di halaman parkir , terungkap bahwa perjuangan untuk mendapatkan layanan gigi tidaklah mudah.
Salah satu pasien mengaku sengaja datang jauh lebih awal karena pengalaman hari sebelumnya. “Kemarin saya datang jam 8 pagi, tapi kuota sudah habis. Terpaksa pulang lagi dengan kecewa,” ujarnya.
*Sistem Booking yang Memangkas Kuota*
Ketegangan mulai terasa saat pintu pelayanan dibuka tepat pukul 07.45 WIB. Puluhan warga segera merapat ke meja pendaftaran. Di sana, petugas mengarahkan pasien yang mau ke Poli Gigi dengan informasi yang mengejutkan.
Meski saat itu ada 5 pasien yang mengantre secara fisik, ternyata buku catatan petugas menunjukkan sudah ada 6 pasien yang melakukan pemesanan (booking) sebelumnya. Artinya, bagi warga yang datang langsung pagi itu, kuota yang tersisa hanya untuk 4 orang saja.

Nasib apes dialami Ibu Siem, warga Jeruklegi. Ia terpaksa gigit jari dan tertolak karena berada di urutan ke-6. Petugas pendaftaran hanya bisa menyampaikan permohonan maaf dan menyarankan untuk melakukan booking di hari berikutnya.
*Perlu Perhatian Dinas Kesehatan*
Potret ini memicu pertanyaan besar bagi masyarakat: Apakah kuota 10 orang per hari sudah memadai untuk wilayah Jeruklegi? Mengapa tidak ada penambahan kuota atau solusi bagi pasien yang sudah datang dari jauh?
Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp menyatakan akan segera melakukan peninjauan.
”Akan kami cek kondisi di lapangan,” tulisnya singkat.
Di sisi lain, setelah kejadian penolakan tersebut, pihak bidang pelayanan Puskesmas sempat menghubungi awak media yang juga gagal berobat karena keterbatasan kuota.
”Mohon maaf atas pelayanan kami, silakan jika Bapak ingin berobat hari ini,” ungkap perwakilan Puskesmas melalui sambungan telepon.
Harapannya, evaluasi sistem pendaftaran dan penambahan kuota bisa segera dilakukan agar hak masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan tidak terhambat oleh urusan administratif semata.
Laporan: (SW)











