Warga Keluhkan Galian Lapangan di Bobojong Cianjur, Fasilitas Umum Hilang

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya Sabtu, (11/04/26) mengungkapkan kekecewaannya terhadap aktivitas tersebut. Ia menyebut, di tengah semaraknya imbauan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang melarang adanya galian liar dan mengajak masyarakat mencintai lingkungan, justru di wilayah Desa Bobojong terjadi pengerukan tanah yang dinilai tidak tepat.

“Di tengah-tengah gencarnya Pak Gubernur melarang galian dan mengajak menjaga lingkungan, di desa kami malah ada pengerukan lapangan yang sebenarnya masih sangat layak digunakan,” ujar warga tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun, lahan yang dikeruk tersebut sebelumnya kerap dimanfaatkan warga, terutama anak-anak dan remaja, sebagai sarana olahraga seperti bermain sepak bola dan aktivitas sosial lainnya. Kini, kondisi lapangan tersebut berubah drastis akibat aktivitas galian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga pun mempertanyakan kejelasan proyek tersebut, lantaran tidak ditemukan papan informasi atau plang proyek yang menjelaskan tujuan, izin, maupun pihak pelaksana kegiatan. Hal ini menimbulkan dugaan adanya pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.

Selain itu, aktivitas kendaraan berat yang keluar masuk lokasi galian juga dikeluhkan karena dinilai merusak akses jalan desa serta membahayakan pengguna jalan.

Sejumlah warga berharap pihak pemerintah desa maupun instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan peninjauan dan memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.

“Kami hanya ingin lingkungan tetap terjaga dan fasilitas umum tidak dirusak tanpa kejelasan. Apalagi ini menyangkut kepentingan banyak warga,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun pihak terkait mengenai aktivitas galian tersebut.

Berita Terkait

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*
Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha
Ucapan Menyentuh Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026, Momentum Keikhlasan dan Pengorbanan Penuh Makna
Perempuan Titipan Dinsos di Sukabumi Diduga Alami Tekanan Psikis, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Penahanan
Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Senin, 1 Juni 2026 - 11:22 WIB

1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:17 WIB

Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:07 WIB

Ucapan Menyentuh Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026, Momentum Keikhlasan dan Pengorbanan Penuh Makna

Berita Terbaru