Polresta Cilacap Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal di Majenang, Satu Pengedar Diamankan

Jumat, 27 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

CILACAP // Juornal News– Polresta Cilacap melalui Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap kasus peredaran obat keras ilegal di wilayah Kecamatan Majenang. Seorang pria berinisial RS (23) diamankan petugas saat tertangkap tangan menyimpan ratusan butir obat jenis tramadol dan heximer tanpa izin, Sabtu (21/3/2026) dini hari.

Kasat Narkoba Polresta Cilacap melalui Kasi Humas Polresta Cilacap Ipda Galih Secahyo saat mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan hasil tindak lanjut laporan masyarakat terkait maraknya peredaran obat berbahaya di wilayah tersebut. “Petugas bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti di lokasi,” ujarnya.

Penangkapan dilakukan di sebuah rumah kos di Desa Mulyasari, Majenang. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti yang disimpan dalam plastik bening. Selain itu, turut diamankan uang tunai Rp1.881.500 dan satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk transaksi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka diketahui berperan sebagai pengedar obat keras ilegal tanpa memiliki keahlian maupun kewenangan di bidang kefarmasian. Obat-obatan tersebut dijual secara bebas.

Kasi Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Secahyo, menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan peredaran obat ilegal lainnya. “Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Penelusuran terhadap pemasok dan jaringan di atasnya masih terus dilakukan,” tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) dan (3), subsider Pasal 436 juncto Pasal 145 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan junto KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun dan/atau denda paling banyak miliaran rupiah. Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Cilacap untuk proses penyidikan lebih lanjut.( SW / Humas )

Berita Terkait

Pendataan Harus Diulang dan Semua Unsur Diminta Turut Serta Dalam Pendataan Ekonomi, Karena Simpang Siur Data Hasil Desil Menurut Isfhan Munggaran.
Bekali Siswa Literasi Digital, IJTI Cianjur Gelar Goes To School di SMPN 1 Bojongpicung
Jelang Pilkades Digital Minggu 8 November, Panitia Sukajadi Karangtengah Matangkan Persiapan
‎” PAMEKASAN BANGKIT “, DPC GBRAN Kabupaten Pamekasan Mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-496
Sasar Toko Hingga Lokasi Oplosan, Polisi Razia Tempat Usaha Miras di Pekalongan
PORPROV XV Jawa Barat 2026 Digelar di Grage City Mall Cirebon
Silaturahmi Kapolres Cirebon Kota dengan Bawaslu Perkuat Koordinasi Kelembagaan
‎Mudahri, Ketua DPC Madas Sedarah Pamekasan: Selamat Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:48

Pendataan Harus Diulang dan Semua Unsur Diminta Turut Serta Dalam Pendataan Ekonomi, Karena Simpang Siur Data Hasil Desil Menurut Isfhan Munggaran.

Selasa, 3 November 2026 - 20:40

Bekali Siswa Literasi Digital, IJTI Cianjur Gelar Goes To School di SMPN 1 Bojongpicung

Selasa, 3 November 2026 - 19:32

Jelang Pilkades Digital Minggu 8 November, Panitia Sukajadi Karangtengah Matangkan Persiapan

Selasa, 3 November 2026 - 17:21

‎” PAMEKASAN BANGKIT “, DPC GBRAN Kabupaten Pamekasan Mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-496

Selasa, 3 November 2026 - 14:43

Sasar Toko Hingga Lokasi Oplosan, Polisi Razia Tempat Usaha Miras di Pekalongan

Berita Terbaru