Daerah

IJTI Cianjur, Ramadhan Berbagi Untuk Semua, Bagikan Ratusan Takjil Gratis dan Santuni Anak Yatim

116
×

IJTI Cianjur, Ramadhan Berbagi Untuk Semua, Bagikan Ratusan Takjil Gratis dan Santuni Anak Yatim

Sebarkan artikel ini

 

Cianjur || Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia ( IJTI ) Korda Cianjur menggelar kegiatan santunan anak yatim dan berbagi ratusan takjil gratis.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Ketua IJTI Korda Cianjur, Rendra Gojali, SH menyampaikan, jika kegiatan dengan tema meningkatan keshalehan individu dan keshalehan sosial ini digelar di dua lokasi.

” Kegiatan IJTI Cianjur dibulan ramadan berbagi untuk semua ini, diawali dengan  siraman rohani dengan tema meningkatkan keshalehan individu dan keshalehan sosial. Setelah siraman rohani oleh ustadz Nurkamilah dilanjutkan dengan berbagi santunan anak yatim  di Yayasan Pondok Pesantren Baitul Hikmah dan berbagi takjil di lampu traffic light jalan pramuka,” katanya.

Rendra menyampaikan jika Kegiatan IJTI berbagi untuk semua di bulan suci ramadan tahun ini, merupakan program rutin setiap tahunan. Namun yang berbeda dari tahun sebelumnya, IJTI korda Cianjur  berkolaborasi dengan  beberapa pihak, untuk meningkatkan keshalehan individu dan keshalehan sosial.

Keshalehan individu merujuk pada kualitas spiritual dan moral seseorang yang mencerminkan kedekatan mereka dengan nilai-nilai agama dan etika. Dalam konteks jurnalis televisi, keshalehan individu penting untuk menjaga integritas dan kredibilitas dalam penyampaian berita. Sementara itu, keshalehan sosial berkaitan dengan bagaimana individu berkontribusi pada masyarakat melalui tindakan dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai sosial yang positif. Selama Ramadan, kedua aspek ini menjadi semakin relevan, mengingat bulan suci ini adalah waktu untuk refleksi spiritual dan peningkatan kualitas diri.

Jurnalis televisi memiliki peran yang krusial dalam membentuk pemahaman dan nilai-nilai masyarakat selama bulan suci ini. Keshalehan individu jurnalis dapat mempengaruhi cara kita menyampaikan berita dan informasi. Dalam banyak kasus, jurnalis yang memiliki keshalehan individu yang tinggi akan lebih peka terhadap isu-isu sosial dan lebih berkomitmen untuk mengangkat suara mereka yang kurang beruntung. Ini menciptakan dampak positif tidak hanya bagi individu jurnalis tetapi juga bagi masyarakat luas yang menerima informasi tersebut.

Pada kesempatan itu, Rendra juga memaparkan, bahwa bagi jurnalis televisi, Keshalehan individu dan sosial selama Ramadan di era digital memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat. Jurnalis yang memiliki keshalehan tinggi tidak hanya mampu menyampaikan berita dengan integritas, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran sosial di masyarakat.

Di masa depan, diharapkan lebih banyak jurnalis yang menyadari pentingnya keshalehan dalam praktik jurnalisme. Melalui pendidikan yang berkelanjutan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, jurnalis dapat menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif selama bulan suci dan seterusnya. Dengan demikian, keshalehan individu dan sosial jurnalis televisi dapat terus berkembang, memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *