“Memang kemiskinan, utang, pengangguran dan inflasi merupakan pemicu terjadi kerusuhan dalam sebuah negara. People power bisa saja terjadi di Indonesia jika pemerintahan Jokowi tak berpihak pada rakyat. Selain itu jika program yang dilakukan Jokowi juga hanya kepentingan kaum elitis, utang tak bisa ditekan dan pembangunan infrastruktur terus dikebut,” paparnya.
Tapi, sambung Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) ini, Sri Lanka menyukai utang terhadap China. Akibatnya, Sri Lanka menjadi negara defaul atau gagal membayar utang. Sehingga Sri Lanka menjadi negara bangkrut. Tercatat Utang luar negeri Sri Lanka per akhir 2021 adalah US$ 50,72 miliar.
“Nah kejadian ini sama persis dengan Indonesia yang suka ngutang. Bayangkan utang kita sudah tembus Rp7000 triliun,” jelasnya.
Saat ini pemerintah memasang target defisit APBN tahun 2022 sebesar Rp 840,2 triliun atau setara 4,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ini lebih rendah dari perkiraan defisit sebelumnya yang sebesar Rp 868 triliun atau setara 4,85% dari PDB. Utang SBY dalam 10 tahun Rp1.3009 trillun tapi Jokowi hanya 4 tahun utangnya sampai Rp 1.809 triliun.