Cianjur – Warga Kampung Lolongokan, Desa Mulyasari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dibuat geram. Di tengah musim kemarau saat air sungai sangat dibutuhkan, aliran Sungai Cibalagung justru disulap menjadi tempat pembuangan sampah, oleh oknum tidak bertanggungjawab, Selasa (13/10/2026).
Karung-karung berisi limbah organik menumpuk di aliran air dan tepi sungai. Isinya berupa kulit buah naga, kulit alpukat, potongan jeruk lemon, bekas es buah, hingga sayuran pakcoy, kol, dan jagung muda yang membusuk dan menimbulkan bau tak sedap.
Karena lokasinya tidak jauh dari bangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), warga pun sempat menduga limbah itu berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mulyasari yang merupakan dapur terdekat dengan sungai tersebut.
Namun, pihak SPPG Mulyasari tidak tinggal diam. Kepala SPPG Mulyasari, Memoris, langsung melakukan pengecekan dan memberikan klarifikasi.
“Selaku Kepala SPPG Mulyasari mau mengklarifikasi bahwasannya sampah-sampah yang berada di area kali, bahwasannya itu bukan dari sisa-sisa limbah dari SPPG Mulyasari, ” tegasnya kepada awak media.
Ia memastikan pengelolaan limbah di dapur MBG miliknya sudah sesuai prosedur.
“Kepada warga saya mau menyampaikan sisa-sisa limbah dari SPPG Mulyasari itu tidak pernah dibuang di area kali tersebut,” kata Memoris.
Menurutnya, semua sisa limbah SPPG Mulyasari dikelola oleh warga yang ditunjuk dan langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikalongkulon.
Setelah dicek bersama, fakta lain terungkap. Jenis sampah yang menumpuk di sungai tidak sesuai dengan bahan baku di dapur SPPG.
” Tadi juga pihak kami sudah melakukan pengecekan ke area kali bahwa sisa-sisa limbah atau sisa-sisa sayuran bukan dari sisa limbah dari SPPG Mulyasari, diduga dari oknum pedagang atau limbah pasar,” jelasnya.













Komentar