Lindungi Anak Dari Resiko Digital, Meutya Hafid Ajak Keluarga Bangun Kebiasaan di Luar Layar

Selasa, 13 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journal news. id. //Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak anak-anak menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan aktivitas fisik, seperti bersepeda, berolahraga, dan berinteraksi langsung dengan teman sebaya. Menurut Meutya, anak-anak perlu memahami bahwa mengisi waktu dengan aktivitas di luar layar dapat menjadi pilihan yang sehat. Kegiatan tersebut juga memberi kesempatan bagi anak untuk membangun pertemanan, melatih konsentrasi, dan mengembangkan minat di luar dunia digital.

“Bukan karena mama papanya enggak sayang kalian. Tapi kita semua bisa mengalihkan energi kita, salah satunya adalah dengan bersepeda,” ujar Meutya Hafid saat berdialog dengan para siswa dalam Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) di Tabanan, Bali, Jumat (09/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Meutya berbincang dengan siswa dari sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama di Tabanan. Ia juga berinteraksi dengan komunitas pesepeda yang turut hadir untuk menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat dilakukan bersama orang lain, termasuk lintas generasi.

Meutya Hafid menjelaskan, penggunaan teknologi perlu disesuaikan dengan usia dan kesiapan anak. Ruang digital memang menyediakan kesempatan untuk belajar dan berinteraksi, tetapi juga memiliki risiko yang perlu diantisipasi. Oleh karena itu, pemerintah menerbitkan PP TUNAS untuk melindungi anak dari risiko penggunaan platform digital yang tidak sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya. Melalui aturan tersebut, pemerintah menerapkan pembatasan terhadap akses anak di bawah usia 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi.

“Bukannya dilarang seumur hidup naik mobil, tapi tunggu mereka siap. Karena jalanan itu berbahaya untuk anak kecil. Demikian juga sosial media, game online yang kita anggap risikonya tinggi,” jelasnya.

Meutya Hafid juga mengingatkan para siswa agar berhati-hati saat berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal melalui internet. Risiko di ruang digital dapat berupa penipuan, perundungan, pendekatan yang mengarah pada eksploitasi anak atau child grooming, hingga penggunaan layanan secara berlebihan.
Dalam dialog bersama siswa, muncul cerita tentang pengalaman tertipu saat melakukan transaksi. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa anak perlu memahami risiko sebelum berinteraksi atau melakukan aktivitas di ruang digital.

“Perlindungan anak tidak cukup hanya dengan menetapkan batas usia. Anak perlu memahami alasan di balik aturan tersebut agar dapat mengenali risiko dan mengambil keputusan yang lebih aman ketika menggunakan teknologi,” ungkapnya.

Meutya Hafid juga menjelaskan bahwa PP TUNAS menggunakan pendekatan berbasis risiko. Platform digital memiliki tanggung jawab untuk memenuhi ketentuan pelindungan anak sesuai profil risiko layanan mereka. Sementara itu, orang tua dan guru berperan mendampingi anak, menjelaskan batasan penggunaan teknologi, dan membantu mereka menghadapi persoalan yang muncul di ruang digital.

“Sekali lagi saya mengajak orang tua dan tenaga pendidik untuk ikut membangun kebiasaan digital yang sehat. Pendampingan perlu berjalan bersama upaya menciptakan kesempatan bagi anak untuk belajar, bermain, berolahraga, dan berinteraksi secara langsung,” ajaknya.

Melalui sosialisasi PP TUNAS di Tabanan, Kementerian Komdigi mengingatkan bahwa masa anak-anak perlu diisi dengan pengalaman yang mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Anak tetap dapat mengenal teknologi sesuai usia dan kebutuhannya, dengan perlindungan yang memadai serta keseimbangan aktivitas di dalam dan di luar ruang digital

Sana

Berita Terkait

Kembali Hadir di Desa Pamoroh dan Desa Plakpak, Bukti Nyata Madas Sedarah Salurkan Gelombang Kedua Bantuan Air Bersih Untuk Masyarakat Terdampak Kekeringan
Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Rakornas Kemendagri Dorong Kebijakan Daerah Berbasis Data
Perkuat Ekonomi Lokal, Bupati Imron Dukung Jambore MACI di Kabupaten Cirebon
Prof Dr Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional Minta Kapolri Perintahkan kapolda Riau Sidik Kasus Penyekapan Advokat Wanita Di Kota Pekanbaru “Tangkap Pelaku Agar Efek Jera!!”
‎Pastikan Bantuan Tepat Sasaran — Kecamatan Puger Luncurkan Verifikasi Data Warga Kurang Mampu Berbasis IKD Melalui Agen Perlinsos
Polres Cirebon Kota Berikan Penghargaan Kepada Personel Berprestasi
Polres Cirebon Kota Berikan Penghargaan Kepada Personel Berprestasi
Pemkab Cirebon Subsidi Rp 15 Juta untuk Calon Pekerja ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:16

Kembali Hadir di Desa Pamoroh dan Desa Plakpak, Bukti Nyata Madas Sedarah Salurkan Gelombang Kedua Bantuan Air Bersih Untuk Masyarakat Terdampak Kekeringan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:07

Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Rakornas Kemendagri Dorong Kebijakan Daerah Berbasis Data

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:05

Perkuat Ekonomi Lokal, Bupati Imron Dukung Jambore MACI di Kabupaten Cirebon

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:03

Lindungi Anak Dari Resiko Digital, Meutya Hafid Ajak Keluarga Bangun Kebiasaan di Luar Layar

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:03

Prof Dr Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional Minta Kapolri Perintahkan kapolda Riau Sidik Kasus Penyekapan Advokat Wanita Di Kota Pekanbaru “Tangkap Pelaku Agar Efek Jera!!”

Berita Terbaru