DaerahSorot

TERKESAN TERTUTUP, KEGIATAN DIKLAT PARA ASN PEMDA CIANJUR, DI KRITIK TOKOH WARGA CIANJUR

11948
×

TERKESAN TERTUTUP, KEGIATAN DIKLAT PARA ASN PEMDA CIANJUR, DI KRITIK TOKOH WARGA CIANJUR

Sebarkan artikel ini

JOURNAL NEWS, CIANJUR – Bertempat di Aula Hotel Indo Alam Cipanas Cianjur, salah satu Dinas Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggelar kegiatan Diklat, terhitung dari Selasa hingga Jum’at (21-24/11/2023). Hal itu dilakukan, dalam upaya meningkatkan kemampuan para aparatur sipil negara (ASN) melalui bimbingan teknis analisis jabatan dan beban kerja, yang mana peserta diikuti perwakilan perangkat daerah dan Kecamatan.

Sekda Pemda Cianjur, Cecep Alamsyah nampak hadir pada kegiatan Diklat tersebut, sekaligus membuka kegiatan Diklat, Rabu (22/11/2023). Saat di wawancara para awak media yang hadir pada saat itu, Sekda Cianjur disela kegiatan mengatakan ASN sebagai abdi negara dan abdi masyarakat harus memahami empat pilar revolusi perubahan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Keempat pilar perubahan secara cepat tersebut ialah revolusi pola pikir, revolusi asas kemandirian, revolusi sistem dan revolusi evaluasi.

Yanyan Mulyana, tokoh masyarakat Cianjur menuturkan, sangat disayangkan jika kegiatan Diklat tersebut terkesan tertutup, sebab tidak terpasang baliho/banner kegiatan di gerbang hotel dimana kegiatan Diklat itu berlangsung. Artinya, kegiatan Diklat para ASN Pemda Cianjur itu tidak mau diketahui publik, padahal sudah jelas kegiatan Diklat itu menggunakan keuangan negara. Ujarnya pada awak media, Rabu (22/11/2023) di kediamannya.

Sudah bukan hal aneh, setiap menjelang akhir tahun, setiap instansi atau OPD di tiap Kabupaten/Kota, itu akan menggelar berbagai macam kegiatan Diklat maupun Bintek. Termasuk Pemda Cianjur, dimana sisa anggaran APBD di akhir tahun itu, harus di habiskan atau digunakan berbagai kegiatan. Jika tidak ada kegiatan, sisa anggaran itu harus kembali ke negara.

Hanya saja, tidak lucu apabila melaksanakan kegiatan Diklat/Bintek ASN yang jelas menggunakan keuangan negara, itu terselubung atau siluman, hal itu tentunya mengundang tanda tanya besar bagi semua kalangan masyarakat, termasuk rekan-rekan para awak media. Jelas Yanyan, sambil tersenyum.

Saya berharap kepada Pemda Cianjur, khususnya Dinas terkait yang menggelar Diklat pada hari ini, coba jangan terkesan di tutupi dalam melaksanakan kegiatan, apa lagi kegiatan itu sampai beberapa hari, sudah jelas berapa anggaran yang akan dikeluarkan untuk kegiatan Diklat itu.

“apa susahnya bikin banner/baligho kegiatan, pasang di gerbang pintu masuk hotel, agar publik mengetahui program kegiatan Pemda Cianjur, tong susulumputan kitu atuh (jangan sembunyi-sembunyi, red). Kan itu pakai uang negara, yang mana harus ada bentuk pertanggungjawaban. Kecuali kegiatan itu menggunakan uang pribadi Kepala Dinas itu sendiri, silahkan saja mau menggelar Diklat/Bintek tertutup juga, karena tidak ada kaitan dengan dana negara”. Tegas Yanyan, mengakhiri pembicaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *