Pimred dan Pembina Kabarmetronews.com Segera Laporkan Ketua P2KD Pekadan ke Maporles Bangkalan Atas Pengusiran dan Intimidasi Wartawannya

Minggu, 14 Mei 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya,– Menindaklanjuti pengusiran dan intimidasi wartawan dari Kabarmeteonews.com melakukan liputan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Pekadan, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Madura, Provinsi Jawa Timur pada hari Rabu (10/05).

Atas kejadian tersebut Pimpinan Redaksi Media Kabarmetronews.com akan melaporkan Ketua P2KD dan seorang wanita yang tidak dikenal ke Mapolres Bangkalan.

“Saya dan Pembina Kabarmetronews.com akan melaporkan kasus pengusiran dan intimidasi yang dilakukan oleh Ketua P2KD dan seorang wanita terhadap anggota kami saat melakukan peliputan penyelenggaraan Pilkades di Desa Pekadan, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan,” ujar Pimpinan Redaksi Kabarmetronews.com, Achmad Arif, Minggu (14/05/2023) pagi.

Lebih lanjut Arif mengatakan bahwa sebelum melakukan peliputan, anggotanya sudah minta izin ke panitia penyelenggara. Namun, dipertengahan acara anggota diusir.

“Marsuf yang mengaku Ketua P2KD mengusir anggota saya dan mengatakan dengan bahasa Madura “Pan Cekhel (nanti saya cekik) bahkan Marsuf secara terang-terangan berani tidak takut walaupun banyak wartawan. Sedangkan, seorang wanita dengan maksa untuk menghapus video yang sudah direkam wartawan,” katanya.

Ditambahkannya, profesi jurnalis dilindungi Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 4 bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

“Maksud dari bunyi pasal itu adalah pers bebas dari tindakan pencegahan, pelarangan dan atau penekanan agar hak masyarakat untuk memperoleh informasi terjamin,” imbuh Arif.

Selain itu Arif juga menyayangkan sikap arogansi Ketua P2KD Pekadan, menurutnya seharusnya Marsuf harus bijak apalagi bahasa seperti itu mencerminkan bukan seorang berpendidikan/intelektual.

Sekedar diketahui, berawal dari beberapa wartawan dari media Kabarmetronews.com, Radar X dan RGNtimes.id yang sedang melakukan liputan penyelenggaraan Pilkades di Desa Pekadan. Sebelum melakukan peliputan salah satu wartawan sudah minta izin dan diperbolehkan oleh Panitia Penyelenggara.

Namun, saat dipertengahan penyelenggaraan Pilkades, datang seorang pria yang mengaku sebagai Ketua P2KD mengusir dan mengintimidasi, kemudian disusul seorang perempuan bilang untuk menghapus video hasil liputan tersebut.(ahd)

Berita Terkait

Gawat APBD Perubahan Lahat Kandas, Bursah Zarnubi dikabarkan kabur terbang ke jakarta
Diduga blm dilelang MOBDin operasional Suzuki APV Warna Hitam” Jadi milik Pribadi mantan pegawai sekwan Dprd lahat
Kontraktor CV.LGM diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Lahat 6,3 Milyar
Peredaran Miras Diduga Ilegal terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas berjualan, Kinerja APH dipertaruhkan
Dipersoalkan: Pengadaan Absensi Fingerprint APH minta Tindaklanjuti temuan..
TERKESAN BANYAK SANDIWARA PEMKAB LAHAT” EFISIENSI ” HANYA TOPENG
Plt Kepala Dinas Perikanan Saat dimintai tanggapannya Kabur dan langsung masuk mobil
Publik” Minta Kejari Lahat Bongkar tuntas rantai kasus dana BOS dan proyek Smart TV di Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:00

Gawat APBD Perubahan Lahat Kandas, Bursah Zarnubi dikabarkan kabur terbang ke jakarta

Selasa, 15 September 2026 - 07:41

Diduga blm dilelang MOBDin operasional Suzuki APV Warna Hitam” Jadi milik Pribadi mantan pegawai sekwan Dprd lahat

Senin, 14 September 2026 - 18:31

Kontraktor CV.LGM diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Lahat 6,3 Milyar

Kamis, 10 September 2026 - 08:48

Peredaran Miras Diduga Ilegal terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas berjualan, Kinerja APH dipertaruhkan

Selasa, 8 September 2026 - 13:42

Dipersoalkan: Pengadaan Absensi Fingerprint APH minta Tindaklanjuti temuan..

Berita Terbaru