Ragam

Peringati HWN 2022, Pepadi Papua Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk

301
×

Peringati HWN 2022, Pepadi Papua Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk

Sebarkan artikel ini

Sentani (JournalNews.id) – Dalam rangka Hari Wayang Nasional (HWN) yang jatuh setiap tanggal 7 Nopember, Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia) Provinsi Papua menggelar wayang kulit semalam suntuk.

Pagelaran Wayang Kulit digelar di halaman Puspenka Hawai Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (12/11) malam.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ketua Pepadi Provinsi Papua Sarminanto dalam sambutannya mengatakan pagelaran wayang kulit ini memiliki 3 variabel penting.

“Yang pertama sebagai hiburan, yang kedua sambung silaturahim sebagai amalan habluminannas dan ketiga sebagai tanggung jawab melestarikan budaya,” kata Ketua Pepadi Papua, Sarminanto.

Dikatakan, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati dan menghargai budaya para leluhurnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HWN Provinsi Papua, Tri Mulyadi saat kami temui menjelaskan salah satu tujuan pagelaran ini agar budaya wayang kulit terus bisa dilestarikan dan tidak punah.

“Budaya kita ini sudah diakui Unesco sehingga menjadi warisan dunia, kalau kita tidak lestarikan, ditakutkan nanti ada klaim dari negara lain, seperti beberapa kasus yang pernah terjadi,” ungkap Ketua Panitia HWN Provinsi Papua, Tri Mulyadi.

Ia mencontohkan, negara tetangga yang beberapa kali mengklaim budaya Indonesia sebagai budaya mereka.

“Wayang Kulit ini juga memberikan banyak nilai pelajaran hidup, karena setiap lakon menceritakan tentang filosofi hidup antara manusia dan tuhan,” katanya menambahkan.

Pria yang juga Sekretaris Pepadi Provinsi Papua ini, menyebutkan, jika wayang juga menjadi sarana komunikasi massa yang biasa digunakan untuk menarik kehadiran warga.

“Wayang juga dijadikan sebagai alat kampanye, dan sering dilakukan oleh kandidat caleg atau calon kepala daerah, silahkan saja, kami siap memfasilitasi jika ada permintaan,” ujarnya.

Dijelaskan, saat ini Pepadi Papua memiliki 5 perangkat (grup) pedalangan, baik yang ada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura maupun Kabupaten Keerom, yang siap tampil kapanpun dibutuhkan.

Pagelaran HWN Provinsi Papua ini juga dihadiri Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura Joko Sunaryo beserta unsur Forkopimda.

Hadir juga perwakilan paguyuban-paguyuban Nusantara, pemerhati budaya, sesepuh HKJM, tamu undangan dan warga masyarakat.

Pagelaran Wayang Kulit mengambil lakon “Pandawa Sukur” dengan Ki Dalang Totok Handoko. (RZR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *