CIANJUR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Cilauteureun mulai menertibkan bangunan di lahan milik Pemprov Jabar. Penertiban dilakukan sebagai tahap awal pembangunan perluasan kolam labuh di Pelabuhan Jayanti, Cidaun, Kabupaten Cianjur. Pada Rabu – Kamis, 10 -11 Juni 2026.
Langkah ini diambil karena daya tampung kolam saat ini tidak sebanding dengan jumlah kapal nelayan. Data menunjukkan 1.250 unit perahu beroperasi di Pelabuhan Jayanti dengan 3.150 nelayan. Sementara kolam labuh yang ada hanya mampu menampung 250 unit perahu.
Camat Cidaun Gagan Rusganda menyebut, setelah perluasan selesai, kolam labuh diproyeksikan bisa menampung hingga 1.500 perahu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kolam labuh sudah lama ditunggu nelayan dan kini mulai direalisasikan. Selain menambah daya tampung, saat cuaca ekstrem perahu akan lebih aman karena berada di kolam, tidak seperti sekarang yang lego jangkar di laut lepas dan rawan karam,” kata Gagan, kepada wartawan, Minggu, (14/6/26).
Penertiban dilakukan bersama UPTD Cilauteureun, Forkopincam Cidaun, Satpol PP Jabar, Satpolairud, Babinpolmar, dan Pemerintah Desa Cidamar. Sejumlah rumah warga terdampak dan harus dibongkar. Namun Gagan menegaskan proses itu sudah melalui tahapan dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami berharap masyarakat mendukung dan memahami bahwa pembangunan ini untuk kepentingan bersama. Manfaatnya bukan hanya untuk nelayan, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan pembangunan berjalan lancar sesuai rencana. Kehadiran kolam labuh diyakini jadi penggerak ekonomi baru di pesisir selatan Kabupaten Cianjur.
Penulis : Andri.S
Editor : SLS













Komentar