Peduli Masyarakat Adat Keerom, Bupati Gusbager Gelar Rapat Bersama Peneliti Uncen Membahas Percepatan Pemetaan Wilayah Adat dan Budaya

Jumat, 21 Juni 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journal News.id // Pemerintah Kabupaten Keerom bekerjasama dengan akademisi Universitas Negeri Cendrawasih Jayapura menggelar rapat lanjutan dengan agenda membahas percepatan pemetaan wilayah adat dan Budaya di Kabupaten Keerom.

Rapat dipimpin langsung Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut, MUP didampingi sejumlah pimpinan OPD, sementara dari Uncen dipimpin oleh Ketua Tim Peneliti Dr. Simon Abdi K. Frank., M.Si. Rapat berlangsung di GOR Workwana, Jumat (21/6/24).

Usai rapat, Bupati Keerom Piter Gusbager pada awak media menjelaskan bahwa kegiatan yang akan dilakukan oleh peneliti Uncen akan mulai dijalankan di Distrik Arso dan Skanto berlangsung selama empat bulan yang bersumber dari anggaran otsus.

“Jadi selama ini kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada orang asli Keerom dan Papua pada umumnya itu sumbernya Otsus, baik itu untuk infrastruktur, jalan, kesehatan, pendidikan dan lainnya,” jelasnya.

Dikatakannya, saat ini pemerintah pusat memantau ketat penggunaan anggaran otsus Papua sama dengan anggaran DAK dan DAU.

 

 

“Anggaran yang ada tidak bisa digunakan sembarangan, sehingga saya menyarankan anggaran yang akan digunakan oleh tim peneliti dapat dipergunakan sebaik-baiknya dengan harapan penelitian ini dapat berhasil dan tepat guna untuk kepentingan perencanaan pembangunan di Kabupaten Keerom,” ujarnya.

Lagi katanya, penelitian ini guna membentuk persepsi masyarakat adat terhadap sumber daya alam dan warisan budaya bagi dua suku besar Wi dan Kaya yang tersebar dari Skanto dan Arso

“Saya selaku keturunan suku Wi berharap hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi kemaslahatan orang asli Keerom, sebab kita tidak inginkan kedepan orang asli itu tersisih dan terpinggir oleh pesatnya pembangunan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti akademisi Uncen Jayapura Simon Abdi mengatakan bahwa penelitian ini merupakan gambaran bagi pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Keerom.

“Bagaimana orang asli Keerom itu dapat memiliki identitas atau jati dirinya yang secara budaya, sumber daya dan lainnya dapat menjadi bagian penting yang harus diperhatikan pemerintah dalam mengambil seluruh kebijakan perencanaan dan program pembangunan daerah,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kapolresta Cirebon Tekankan Amanah Jabatan, Minta Pejabat Baru Perkuat Pelayanan Masyarakat
SMK Dzakiyyun Kembali Cetak Prestasi: Lepas Alumni Bekerja ke Jepang
‎AMP Pamekasan Turun Tangan Dampingan Aduan Masyarakat Atas Dugaan Penyebotan Badan Jalan Menuju Goa Payudan
‎Diancam Dibunuh & Barang Dijarah, Ibu Dua Anak di Pamekasan Desak Polres Segera Tangkap Pelaku
‎Aksi di 3 Titik Surabaya, LSM RATU: Anggaran BOSP Rp2,37 Triliun Rawan Penyimpangan — Minta Pengusutan Tuntas
Tim Puslitbang Polri Teliti Kesesuaian Biaya Penyidikan di Polres Cirebon Kota
Korps Rapot Pengabdian, Ipda Carsa Naik Pangkat Jadi Perwira
‎Bukan Sekadar Seremoni, HUT TNI ke-81 di Puger Jadi Momentum Perkuat Sinergi Seluruh Unsur

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:35

Kapolresta Cirebon Tekankan Amanah Jabatan, Minta Pejabat Baru Perkuat Pelayanan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:21

SMK Dzakiyyun Kembali Cetak Prestasi: Lepas Alumni Bekerja ke Jepang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:26

‎AMP Pamekasan Turun Tangan Dampingan Aduan Masyarakat Atas Dugaan Penyebotan Badan Jalan Menuju Goa Payudan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:18

‎Diancam Dibunuh & Barang Dijarah, Ibu Dua Anak di Pamekasan Desak Polres Segera Tangkap Pelaku

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:10

‎Aksi di 3 Titik Surabaya, LSM RATU: Anggaran BOSP Rp2,37 Triliun Rawan Penyimpangan — Minta Pengusutan Tuntas

Berita Terbaru