Berita

Metode Pengelolaan Sampah Ecobrick di Perkenalkan Pada Siswa Sejak Dini, Oleh DLH Kabupaten Cianjur Kolaborasi Pemerintah Desa Sindanglaya.

82
×

Metode Pengelolaan Sampah Ecobrick di Perkenalkan Pada Siswa Sejak Dini, Oleh DLH Kabupaten Cianjur Kolaborasi Pemerintah Desa Sindanglaya.

Sebarkan artikel ini

 

Cianjur,- https//journalnews.id
Pemerintah Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Bersama DLH Cianjur dan Komunitas, Berkolaborasi Kelola Sampah melalui Ecobrick di SMPN 1 Cipanas.
Acara digelar pada Jumat 30 Januari 2026, di GOR SMPN Cipanas, pagi tadi.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Selain memperkenalkan Ecobrick kepada siswa, juga cara-cara untuk melakukan pengelolaan sampah, agar siswa berkomitmen terhadap pendidikan lingkungan, terus diperkuat oleh SMP Negeri 1 Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Melalui kegiatan pembiasaan pengelolaan sampah yang dilaksanakan, Kegiatan ini di ikuti oleh lebih dari 320 siswa kelas VIII dari 11 rombongan belajar (kelas), juga didampingi oleh 8 guru, serta mendapat dukungan langsung dari kepala sekolah.

Kegitan dalam pengelolaan sampah, baik sampah rumahan, atupun lingkungan sekolah, yang sebagai narasumber oleh komunitas pecinta alam dan lingkungan Herry Trijoko, selaku Koordinator Komite Sub DAS Cikundul, yang menyampaikan materi pendidikan lingkungan dan pengelolaan sampah anorganik dengan teknologi ecobrick.

Dalam pemaparannya, siswa diajak memahami bahwa sampah bukan semata persoalan kebersihan, melainkan bagian dari tanggung jawab ekologis bersama.

Kepala SMPN 1 Cipanas, Ks. Jaimin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan lingkungan perlu ditanamkan melalui pembiasaan yang konsisten agar menjadi karakter peserta didik.

“Melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi membangun kebiasaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Sekolah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang bertanggung jawab secara sosial dan ekologis,” ungkapnya.

Saat ini, seluruh kelas di SMPN 1 Cipanas telah menggunakan ecobrick sebagai metode pengelolaan sampah anorganik, menjadikannya bagian dari sistem pengelolaan sampah sekolah yang berkelanjutan.

Program ini dikawal oleh Bapak Dede Moch. Salam Al Razab, Guru Informatika sekaligus staf kesiswaan, yang berperan aktif memastikan kegiatan lingkungan terintegrasi dengan aktivitas siswa sehari-hari.

Lebih jauh, hasil pengelolaan sampah melalui ecobrick tidak hanya dimanfaatkan di lingkungan sekolah. Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), komunitas, dan akademisi.

Ecobrick tersebut ke depan akan digunakan untuk memperkuat bibir sungai sebagai upaya penahan erosi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi sungai di sekitar Cipanas yang mengalami degradasi lingkungan, mendekati tingkat kerusakan parah.

Kolaborasi lintas sektor ini berjalan dalam semangat “Sekolah Sahabat Sampah”, yang menempatkan sekolah sebagai bagian penting dari solusi lingkungan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikundul.

Melalui kegiatan ini, kepala SMPN 1 Cipanas menegaskan bahwa “Pendidikan lingkungan yang kontekstual, kolaboratif, dan berbasis pembiasaan mampu memberi dampak nyata, tidak hanya bagi sekolah, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Muklis M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *