Mesin Combain bikin, Buruh Tani di Cirebon kehilangan Penghasilan Tambahan

Senin, 18 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cirebon, – Hamparan sawah padi kian menguning di wilayah kabupaten cirebon masih tampak luas saat musim panen tiba. Namun suasana yang dahulu indentik berbondong bondong dengan keramaian para buruh Derep kini perlahan berubah menjadi dentunan mesin.

Suara tawa Buruh tani dan bunyi alat gebot( Geprak) padi tradisional mulai tergantikan oleh dentunan mesin Combine Harvester ( mesin panen padi modern) yang kerja cepat menyisir area pesawahan.

Metode panen tradisonal yang dahulu sepenuhnya mengandalkan tenaga manusia, namun kemudian saat ini berkembang menjadi alat modern seperti mesin grabag dan combine semakin banyak digunakan para pemilik sawah ketimbang dengan tenaga manusia, karena mesin tersebut dianggap mampu mempercepat panen padi dan dapat menjaga kwalitas gabah.

Meski biaya mesin combine cukup menguras keuangan para petani sebesar Rp. 2 juta perbau. Akan tetapi penggarap sawah lebih memilih panen dengan mesin ketimbang tenaga manusia.

Dibalik kemudahan dari panen tersebut ada catatan lain yang di rasakan para Buruh pertanian. Sebagai masyarakat kecil yang dahulu mengandalkan penghasilan berburuh tani. Namun kini hilang pendapatan.

“Dulu sebelum ada alat mesin potong padi tersebut, kami bisa dapat penghasilan tambahan dari hasil berburuh memanen padi, namun saat ini para Buruh tani hanya bisa monoton dan tidak ada penghasilan tambahan, ungkap salah satu perwakilan buruh tani asal desa pegagan kidul, kecamatan kapetakan kabupaten cirebon. Senin (18/05/2026)

” Bagi para Buruh Derep masa panen padi itu, menjdi memeontum penting demi memenuhi kebutuhan keluarga, kini kesempatan tersebut perlahan semakin sempit, seiring berkembangnya teknologi pertanian.

Meski demikian, para Buruh memahami sektor pertanian menajdi bagian dari perkembangan zaman. Yang sulit dihindari, karena itu, para Buruh tani berharap kemajuan teknologi tetap berjalan seiring perhatian terhadap nasib para buruh tani yang terdampak, ” Pungkasnya

Cc. Biro Cirebon

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat
Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Berita Terbaru