Berita

MBG Hadir Dengan Program Menyehatkan, Tapi Juga Membawa Derita Buat Para Pedagang Kaki Lima dan Kantin di Sekolah.

57
×

MBG Hadir Dengan Program Menyehatkan, Tapi Juga Membawa Derita Buat Para Pedagang Kaki Lima dan Kantin di Sekolah.

Sebarkan artikel ini

Cianjur,- https//journalnews.id
Jeritan dari para Pedagang kantin dan para pedagang kaki lima di sekitar Sekolah, yang sudah bertahun tahun mengais rezeki di lingkungan Sekolah, tidak seperti sebelumnya jualannya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, dan sebagai mata pencaharian utama.

Dengan adanya Program MBG dari Pemerintah melalui BGN yang implementasi di lapangan, dilaksanakan oleh dapur-dapur SPPG, Program MBG ini dilakukan oleh Pemerintah dengan Kebijakan, tentunya punya maksud dan tujuan yang baik dan mulia dan berdampak positif disatu sisi.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Tapi disisi lain dari program MBG tersebut ada juga dampak negatifnya yang banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil, yaitu para pedagang kantin dan para pedagang kaki lima (Pedagang yang pakai roda, gerobak,meja, pakai motor dan dipikul)

Dengan modal kecil, yang biasa berjualan atau berdagang di sekitar Sekolah, untuk mengais rezeki dengan penuh harapan, juga untuk membiayai sekolah anaknya, dan biaya kebutuhan sehari-hari.

Setelah hadirnya program MBG, para pedagang banyak yang mengeluh, jangankan ada lebih dari hasil usahanya, yang kebanyakan mengalami kerugian dan tidak kembali modal.

Menurut keterangan dari salah satu pedagang
kaki lima, Solihin mengeluh kepada media, “Kami yang nota bene masyarakat kecil kena getahnya, setelah hadirnya program MBG ke setiap lembaga, dan sudah hampir 6 bulan atau setengah tahun ini, sejak program MBG ini aktif berjalan menyuplai ke Sekolah-Sekolah, semua para pedagang kaki lima di sekitar Sekolah, jualannya menjadi sepi, tidak laku dan menurun sangat drastis,” paparnya.

Menurutnya penurunan omzetnya bisa mencapai 50% S/d 60%, testimoni dari para pedagang, yang biasanya omzet/pendapatan 300.000 menjadi 150.000, yang omzetnya 200.000 menjadi 100.000, dan ada yang dapat omzet 50.000, bahkan ada yang sama sekali tidak kebagian rezeki.

Menurut Adzan M, (60) ” Kami sering enggak dapat omzet atau pendapatan,”ucapnya.

Hal itu biasanya sekali nongkrong berjualan di satu Sekolah, ada yang jualan disekitar SD, SMP dan SMU/SMK dan disekitar PAUD atau Pos Yandu, ini terjadi dikarenakan anak-anak atau Siswa-Siswi tidak melakukan konsumsi dengan kata lain, tidak jajan yang biasanya ramai pada saat istirahat belajar dan saat pulang Sekolah.

Menurut Dadan dan para pedagang kaki lima yang lainnya, menambahkan sebagai harapan kedepannya berharap kepada pemerintah,

“Dengan ini kami para pedagang kaki lima yang biasa berjualan di Sekolah, mempertanyakan, memprotes dan mengadu ke pada Pemerintah Daerah, atau kepada yang terhormat Bapa Presiden, Menteri UMKM, kepada Bapak Gubernur Jawa Barat Pak Dedi Mulyadi dan kepada Bapak Bupati Cianjur khususnya, karena yang sebenarnya yang kami rasakan dan alami saat ini, hal ini terjadi di Wilayah kami khususnya di Kecamatan Cipanas, yang kemungkinan juga sama terjadi di wilayah-wilayah lainnya, khususnya di Indonesia, melalui momentum ini perlu dicari dan diambil jalan keluarnya, atau solusinya oleh Pemerintah, baik pusat maupun daerah, dan juga oleh BGN, dimana dengan adanya Program MBG ini jangan ada sebagian besar masyarakat, khususnya masayarakat kecil yang dirugikan, dan tidak menguntungkan sebelah pihak, yaitu bagaimana skema dan formulanya program BGN tetap berjalan tetapi tidak membangkrutkan ekonomi masyarakat kecil atau ekonomi lemah,” Pungkas para pedagang kaki lima, Pada Jum’at 20-01-1026.

Muklis M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *