Longsor Jalan Trans Irian Wembi, Ekskavator Terseret ke Jurang Operator Meninggal Dunia

- Penulis

Rabu, 2 Juli 2025 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Journal News.id – Telah terjadi peristiwa bencana alam tanah longsor yang mengakibatkan korban jiwa dan kerugian material di ruas Jalan Trans Irian, Kampung Wembi, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Rabu (01/07/2025).

Insiden tersebut terjadi pada selasa malam sekitar pukul 19.00 Wit yang menyebabkan satu unit alat berat jenis ekskavator milik PT. Agung Mulia terseret longsor hingga terperosok ke dalam jurang sedalam kurang lebih 20 meter.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat kejadian tersebut, satu orang operator alat berat dinyatakan meninggal dunia di tempat, sementara satu orang warga lainnya yang merupakan pengguna jalan masih dalam pencarian.

Identitas korban meninggal dunia diketahui bernama YN (30), warga Kampung Wulukubun, Distrik Skanto. Korban meninggal di lokasi kejadian akibat tertimpa ekskavator saat sedang menjalankan tugas pembersihan material longsor. Sementara itu, korban hilang atas nama DW (30), warga Kampung Amgotro, Distrik Yaffi, yang saat itu berada di sekitar lokasi dan belum ditemukan hingga saat ini.

Berdasarkan keterangan para saksi, tanah longsor pertama terjadi sekitar pukul 15.30 Wit. Pihak PT. Agung Mulia kemudian mengerahkan satu unit ekskavator dan operator untuk membersihkan material longsor yang menutupi jalan. Namun, saat proses pembersihan masih berlangsung, sekitar pukul 19.00 Wit, terjadi longsor susulan yang lebih besar. Peristiwa tersebut menyebabkan ekskavator bersama operator terseret ke jurang.

Oplus_16777216

Di saat bersamaan, tiga orang warga yang menggunakan kendaraan Daihatsu Grand Max termasuk korban hilang DW sedang berada di sekitar lokasi untuk menjemput sanak saudara yang terhalang akses akibat longsor. Korban sempat berpamitan kepada rekannya untuk buang air di sekitar area longsor. Tidak lama kemudian, longsor susulan terjadi dan sejak saat itu korban tidak terlihat kembali.

Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmatyo, S.H.,S.I.K.,M.H, melalui Kabag Ops Polres Keerom KOMPOL Agus Tianto, S.Sos.,M.H menjelaskan bahwa setelah menerima laporan tersebut, personel Polres Keerom segera merespon guna melakukan pengamanan serta tindakan awal di tempat kejadian perkara (TKP).

“Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Keerom, pihak keluarga korban, karyawan PT. Agung Mulia, dan masyarakat setempat berhasil mengevakuasi korban meninggal dunia dan membawanya ke RSUD Kwaingga untuk penanganan lebih lanjut,” ujar kabag ops.

“Upaya pencarian terhadap korban hilang sementara dihentikan pada pukul 00.04 Wit karena keterbatasan pencahayaan dan kondisi timbunan longsor yang cukup tebal. Proses pencarian akan kembali dilanjutkan pada pagi hari dengan dukungan alat berat,” tambahnya.

Oplus_16777216

Polres Keerom menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan longsor untuk tetap waspada dan berhati-hati mengingat tingginya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir yang berpotensi memicu bencana serupa.

Polres Keerom juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam upaya evakuasi dan penanggulangan bencana serta memastikan keselamatan warga di wilayah terdampak.

Berita Terkait

Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Prabowo Subianto Perintahkan Kementerian Gubernur Walikota Bupati Rawat Dan Bangun Pantai Sebagus Bagusnya !!
KADES GANTI DI POLISIKAN WARGANYA TERKAIT PENYEROBOTAN TANAH KOPRASI MERAH PUTIH
Sigap di Tengah Kesibukan Pagi, Polisi Bantu Punguti Ayam Potong Milik Pengendara yang Terjatuh
Transparansi Dana BOS SDN Bumijawa 07 Menuai Pujian, Kepala Sekolah Desak Pemerintah Pusat Pemerataan Fasilitas Digital
SMP dan SMK Bustanul Ulum Cianjur Terapkan Pendidikan Akademik dan Keterampilan
SATGASUS LSM GERHANA INDONESIA SOROT PEMOTONGAN MASSAL ANGGARAN PROYEK DESA DI KABUPATEN TEGAL
KS LAW FIRM” Anggaran PDL Satpol-PP dan Damkar Lahat Tebus Rp 4 M Lebih, APH Diminta Turun Tangan
SATGASUS LSM GERHANA INDONESIA SOROT PEMOTONGAN MASSAL ANGGARAN PROYEK DESA DI KABUPATEN TEGAL
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:47 WIB

Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Prabowo Subianto Perintahkan Kementerian Gubernur Walikota Bupati Rawat Dan Bangun Pantai Sebagus Bagusnya !!

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:24 WIB

KADES GANTI DI POLISIKAN WARGANYA TERKAIT PENYEROBOTAN TANAH KOPRASI MERAH PUTIH

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:53 WIB

Sigap di Tengah Kesibukan Pagi, Polisi Bantu Punguti Ayam Potong Milik Pengendara yang Terjatuh

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:42 WIB

Transparansi Dana BOS SDN Bumijawa 07 Menuai Pujian, Kepala Sekolah Desak Pemerintah Pusat Pemerataan Fasilitas Digital

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:27 WIB

SMP dan SMK Bustanul Ulum Cianjur Terapkan Pendidikan Akademik dan Keterampilan

Berita Terbaru