Berita

Kejayaan Patal Cilacap: Dari Peresmian oleh Bung Karno hingga Kenangan yang Abadi

93
×

Kejayaan Patal Cilacap: Dari Peresmian oleh Bung Karno hingga Kenangan yang Abadi

Sebarkan artikel ini

 

​CILACAP, Journal News – Pernah menjadi denyut nadi ekonomi dan ikon kebanggaan masyarakat Kabupaten Cilacap, kejayaan Pabrik Pemintalan Cilacap kini menyisakan narasi sejarah yang mendalam. Meski operasionalnya telah berakhir, jejak sejarahnya tetap tegak berdiri, salah satunya melalui penamaan Jl. Pemintalan yang hingga kini menjadi saksi bisu masa keemasan industri sandang di daerah ini.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

*​Jejak Sejarah dan Restu Sang Proklamator*

​Gedung kantor dan Paprik PT Industri Sandang Nusantara (Patal Cilacap) yang terletak di Jl. Kendil Wesi, sekitar 1 kilometer dari pusat kota, masih tampak kokoh. Gedung ini bukan sekadar bangunan tua; ia memiliki nilai historis tinggi karena diresmikan langsung oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, pada tahun 1960 an .

​Bagi warga Cilacap, pabrik ini bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan simbol harga diri daerah yang mampu bersaing di kancah nasional konon wktu itu di era tahun 60 an Patal Cilacap menjadi Pabrik terbesar di Asia tenggara.

*​Nostalgia dan Pengabdian Puluhan Tahun*

​Toto Suprapto, salah satu mantan karyawan senior yang mulai mengabdi sejak tahun 1972, mengenang masa-masa indahnya selama 31 tahun bekerja. Baginya, Patal Cilacap adalah pintu gerbang menuju wawasan internasional.
​”Dari pabrik inilah saya dan beberapa rekan berkesempatan tugas belajar ke Jepang. Banyak kenangan indah yang terkubur di sana,” kenang Toto dengan nada haru.

​Senada dengan Toto, Akmad Solekhan (akrab disapa Lehan), yang menjabat sebagai Asisten Manajer HRD di masa-masa terakhir pabrik, menceritakan beratnya masa transisi. Di penghujung Desember 2003, gelombang PHK massal mulai terasa, hingga akhirnya pada tahun 2013, sebanyak 728 karyawan harus menerima kenyataan pahit selesainya operasional pabrik akibat efisiensi.

*​Harapan di Masa Pensiun: Menjaga Tali Silaturahmi*

​Meskipun dipisahkan oleh waktu dan keadaan, semangat kekeluargaan para mantan karyawan tidak luntur. Sugeng, mantan petugas sekuriti periode 2001–2013, mengaku banyak memetik pelajaran hidup tentang kesabaran dan perjuangan dari para seniornya.


​”Alhamdulillah, setelah PHK massal 2013, saya dan rekan saya, Sutarno, masih bisa mengabdi di salah satu kantor milik pemerintah. Pelajaran sabar dari senior sangat membantu saya hingga kini,” ujar Sugeng.

​Kini, melalui kemajuan teknologi, para mantan karyawan lintas generasi berusaha merajut kembali tali silaturahmi yang sempat terputus. Sugeng mengajak seluruh rekan eks-karyawan Patal Cilacap untuk bergabung dalam Grup WhatsApp Mantan Karyawan Pemintalan.

​”Monggo rekan-rekan, mari kita tetap jalin komunikasi. Jangan biarkan sejarah ini hilang begitu saja,” pungkasnya.
​Reporter: SW
Editor: SLS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *