Kasus Pembunuhan Berencana di Desa Muntung Ajan: Keluarga Korban Tuntut Keadilan

Kamis, 27 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Lombok Tengah, NTB (27/11/2025) – Kasus pembunuhan berencana yang terjadi beberapa bulan lalu di Desa Muntung Ajan, Dusun Batundace, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, masih terus bergulir. Keluarga korban, yang berinisial MW, menuntut agar hukum ditegakkan seadil-adilnya terhadap pelaku, IR alias Belo.

Motif pembunuhan ini diduga karena pelaku kecewa korban tidak mengakui tuduhan pencurian HP. “Dari motifnya, tersangka ini menduga korban mencuri HP-nya, karena malam itu hanya mereka berdua di kamar. Itulah yang diduga oleh tersangka

Kejadian bermula ketika Belo kehilangan HP dan menuduh MW sebagai pelakunya. Untuk membuktikan tuduhannya, Belo melakukan ritual dengan air yang disebut telah didoakan oleh seorang tuan guru. Air tersebut dipercikkan di lokasi hilangnya HP, namun setelah dua hari tidak membuahkan hasil. Belo kemudian membeli racun, mencampurkannya ke air, lalu meminta MW meminumnya sebagai “air sumpah”. Merasa tidak bersalah, MW menuruti permintaan tersebut, namun langsung kejang-kejang hingga meninggal dunia setelah meminum air beracun itu.

Ahmad Halim, seorang tokoh masyarakat Praya, menyatakan bahwa ada catatan besar terkait proses yang telah dilakukan oleh penyidik Polres Lombok Tengah. “Pernyataan Kapolres sudah jelas, ini adalah pembunuhan berencana. Dari hasil air yang diminumkan kepada MW, sudah jelas terdeteksi racun, dan saya mendapat informasi bahwa hasil uji lab telah keluar. Ini sudah bisa dikategorikan sebagai bukti, termasuk yang memberikan racun tersebut,” tegasnya.

Halim menambahkan bahwa ia mendukung tindakan Abdul Azis, keluarga korban, untuk meminta rekonstruksi ulang agar bukti-bukti menjadi lebih jelas dan nyata. “Saya khawatir jika putusan pengadilan dan ancamannya ringan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi perang saudara,” ujarnya.

Halim juga menyoroti adanya kejanggalan dan ketidakpuasan di pihak keluarga karena belum dilakukan autopsi terhadap almarhum. “Kami dari pihak keluarga meminta agar aparat tidak ragu untuk memutuskan kasus ini. Kami akan terus mengawal dan meminta untuk segera dilakukan rekonstruksi agar tidak terjadi praduga-praduga yang tidak kita inginkan,” tutupnya.

Pihak keluarga berharap pelaku dihukum seberat-beratnya dan mendukung penuh terjadinya gelar perkara maupun rekonstruksi. Kasus ini terus menjadi perhatian masyarakat Lombok Tengah, yang menantikan penegakan hukum yang adil dan transparan.

Berita Terkait

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Berita Terbaru