CIANJUR – Kepala Puskesmas Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Utari Doriomas, S.Keb., Bdn., dinobatkan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Terbaik Kategori Inovatif Pemerintah Kabupaten Cianjur Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., didampingi Kepala BKN Kanreg III Bandung, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur.
Penyerahan penghargaan digelar di Hotel Horison, Cipanas, bersamaan dengan Launching Manajemen Talenta di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cianjur.
Penghargaan ini menjadi apresiasi atas konsistensi Utari dalam melahirkan inovasi pelayanan kesehatan untuk menjawab persoalan di masyarakat selama tiga tahun terakhir.
Saat ditemui usai acara, Utari mengatakan inovasi menjadi kunci agar birokrasi tidak stagnan.
“Di tengah dinamika zaman dan ekspektasi publik yang semakin tinggi, inovasi menjadi kunci utama agar birokrasi tidak stagnan. Sehingga sejak 3 tahun terakhir ini, saya bersama tim mencoba menyelesaikan permasalahan-permasalahan di masyarakat melalui inovasi,” ujarnya, Selasa, (27/10/26).
Adapun tiga inovasi yang ia gagas bersama tim dan secara beruntun menjuarai Lomba Inovasi Daerah (LID) tingkat Kabupaten Cianjur yakni:
1. Tahun 2024: Si Mamat Ganteng (Aksi Remaja Sehat Cegah Anemia dan Stunting)
2. Tahun 2025: Pendekar Pintar (Penjaringan dan Deteksi Dini Oleh Kader Tentang Penyakit Tidak Menular)
3. Tahun 2026: Kampung Emas Mentari (Eliminasi Masalah Anemia Stunting Menuju Target Nol Kematian Ibu dan Bayi)
Capaian tersebut turut mengantarkannya meraih penghargaan ASN Berprestasi 2025 tingkat Provinsi Jawa Barat.
Terkait esensi penghargaan tersebut, Utari menegaskan bahwa berinovasi merupakan kewajiban bagi setiap ASN.
“Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara, tuntutan untuk terus berinovasi dan berkreasi bukanlah sekadar pilihan, melainkan sebuah kewajiban moral dan profesional. Inovasi memungkinkan ASN untuk memangkas birokrasi yang panjang melalui pemanfaatan teknologi atau penyederhanaan alur kerja,” tegasnya.
Ia juga memastikan akan mereplikasi program-program unggulannya dari tempat tugas sebelumnya, Puskesmas Cijagang, ke tempat tugas yang baru.
“Proses mengadaptasi, mereplikasi dan menerapkan inovasi pelayanan publik saya lakukan di tempat baru, tentunya dengan adanya penyesuaian dengan karakteristik lokal, kapasitas sumber daya, dan budaya masyarakat setempat,” katanya.
Di akhir, Utari menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Dengan rasa syukur dan bangga yang mendalam, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepala BKN Pusat dan Bapak Bupati beserta seluruh jajaran atas penghargaan yang telah diamanahkan kepada kami,” ucapnya.
“Penghargaan ini bukan sekadar sebuah pencapaian pribadi, melainkan sebuah pengingat dan motivasi besar bagi kami untuk terus menjaga komitmen, berinovasi, dan memberikan pelayanan publik yang berintegritas dan berorientasi pada masyarakat. Semoga apresiasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh ASN di Kabupaten Cianjur khususnya teman-teman bidang kesehatan untuk terus memberikan pengabdian terbaik demi kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya.














Komentar