Daerah

HIPMI Kabupaten Jayapura Apresiasi Rencana Investasi Perusahaan Ritel di Bumi Khenambay Umbay

353
×

HIPMI Kabupaten Jayapura Apresiasi Rencana Investasi Perusahaan Ritel di Bumi Khenambay Umbay

Sebarkan artikel ini


Sentani (JournalNews.id) – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Jayapura mengapresiasi PT. Midi Utama Indonesia, Tbk, perusahaan pengelola jaringan ritel Alfamidi yang berencana berinvestasi di Kabupaten Jayapura.
Ketua HIPMI Kabupaten Jayapura, Nelson Yohosua Ondi menyebutkan, pihaknya sangat mengapresiasi soal rencana ekspansi dari PT. Midi Utama Indonesia, Tbk, dengan membuka sejumlah gerai Alfamidi di Bumi Khenambay Umbay. Karena tentu akan berkontribusi bagi daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).


“Pada prinsipnya, kami dari HIPMI Kabupaten Jayapura sangat apresiasi dengan prospek dari PT Midi Utama Indonesia, Tbk, yang rencana membuka gerai Alfamidi yang mau melakukan investasi di Kabupaten Jayapura,” ungkap Nelson Ondi usai pertemuan dengan pimpinan Perangkat Daerah (PD) Bidang Ekonomi, di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (31/5/2022).
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura Joko Sunaryo itu terkait presentasi dari pemilik jaringan ritel Alfamidi guna pemaparan program kerja perusahaan mengenai pemberdayaan tenaga kerja lokal, pemberdayaan pelaku industri kecil dan menengah serta program sosial lainnya.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten


“Tadi kami bersama perwakilan Pemda dalam hal ini tim ekonomi dan Alfamidi sudah melakukan pertemuan yang dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian,” ucapnya.


Menurut Nelson, ada banyak hal atau peluang-peluang baru yakni pangsa pasar melalui Alfamidi itu bisa terbuka di daerah ini.


“Jadi, perputaran ekonomi itu bisa berjalan lancar. Contohnya, dari pihak Alfamidi menargetkan dua (2) distrik dari 19 distrik di Kabupaten Jayapura untuk membangun (membuka) gerai Alfamidi yakni, di Distrik Sentani dan Distrik Waibhu. Namun kami ada menyarankan kepada perusahan itu agar bisa membangun atau membuka gerai Alfamidi di Distrik Sentani Timur,” tuturnya.


Karena berdasarkan data yang diperoleh HIPMI, kata Nelson, di Distrik Sentani Timur sering terjadi kebocoran ekonomi. Dengan alasan klasik, akses transportasi yang agak susah untuk ke wilayah Kota Sentani, maka warga setempat banyak memilih berbelanja ke Kota Jayapura yaitu, di daerah Waena.


“Dengan demikian, perekonomian yang seharusnya mengalir ke Kota Sentani, cuma keluar dan itu lari ke wilayah Kota Jayapura dalam hal ini Waena. Jadi, kami dari HIPMI menyarankan agar pihak perusahaan pengelola jaringan ritel ini bisa juga membuka gerai Alfamidi di wilayah Sentani Timur, karena kami melihat Alfamidi ini mempunyai beberapa program kerja,” katanya.


Terkait dengan rencana ini, pihaknya juga sudah koordinasi dengan pihak Bidang Pertanahan. Di mana, tanah milik Pemda ada yang kosong atau belum di gunakan seperti gedung Sekretariat KNPI Kabupaten Jayapura yang ada di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur.


“Itu kan luas, apalagi selama ini kan tidak di pakai. Jadi, itukan bisa dialihfungsikan dan dibangun gerai Alfamidi. Hal itu juga akan membantu perekonomian di daerah setempat. Dengan kehadiran Alfamidi disitu, maka peluang ekonomi di seputaran itu akan tumbuh,” sambung Nelson.


Terlepas dari itu, dirinya mengatakan, Alfamidi akan menggandeng produk-produk lokal seperti mangga yang dari Dormena dan juga pihaknya akan menawarkan ikan air tawar yang akan di jajaki bersama.


“Kemudian, dari pihak Pemda dalam hal ini dinas terkait membahas masalah logo Halal nya. Ya, memang itu merupakan salah satu program kerja 100 hari dari kami HIPMI Kabupaten Jayapura yang dibantu oleh HIPMI pusat. Hal itu adalah program dari pusat untuk membantu Alfamidi mengenai produk-produk yang masuk standar Halal,” pungkasnya.


Selaku Ketua HIPMI yang juga berjuang untuk pengembangan UMKM, Nelson berharap pihak Alfamidi dapat memberdayakan produk-produk UMKM masyarakat setempat.


Nelson berharap akan ada investor lain yang juga bisa berinvestasi di Kabupaten Jayapura serta bisa melakukan kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja untuk penyerapan tenaga kerja lokal. (RZR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *