Berita

FKDC Gandeng Diskominfo Kabupaten Cirebon Perkuat Dokumentasi Inklusif Difabel

39
×

FKDC Gandeng Diskominfo Kabupaten Cirebon Perkuat Dokumentasi Inklusif Difabel

Sebarkan artikel ini

Journal news. id KABUPATEN CIREBON — Forum Komunikasi Disabilitas Cirebon (FKDC) menggelar pelatihan penulisan produk dokumentasi di Hotel Santika Cirebon, Selasa (12/5/2025).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus, anggota, dan pendamping FKDC dalam menghasilkan dokumentasi yang akurat, sistematis, dan ramah difabel.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pelatihan menghadirkan fasilitator dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon serta Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia.

Para peserta dibekali teknik penulisan dokumentasi dengan bahasa yang inklusif, menghargai martabat penyandang disabilitas, dan mudah dipahami masyarakat luas.

Melalui kegiatan ini, FKDC berupaya membangun budaya dokumentasi yang lebih terstruktur sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.

Produk dokumentasi yang dihasilkan nantinya tidak hanya digunakan sebagai laporan internal, tetapi juga menjadi materi publikasi media serta arsip organisasi untuk memperkuat advokasi dan kepercayaan publik.

Perwakilan SIGAB Indonesia, Robandi, menilai banyak praktik baik yang telah dilakukan komunitas disabilitas di tingkat desa dan perlu dipublikasikan secara lebih luas.

“Saya yakin banyak hal-hal baik, banyak usaha-usaha baik yang sudah dilakukan teman-teman di desa yang harus dipublikasikan, harus ditunjukkan ke orang-orang bahwa kita sudah melakukan banyak hal baik di desa,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan media digital sebagai sarana memperkenalkan gerakan inklusi kepada masyarakat.

Menurutnya, dokumentasi yang baik dapat memperkuat bukti perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.

“Agar praktik baik yang sudah ada itu jadi semakin kuat, kemudian punya landasan yang kuat, bahwa perubahan yang terjadi di desa itu ternyata seperti ini. Nah, itu suatu hal yang patut diapresiasi,” pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan FKDC, Oni Jahoni mengungkapkan, berbagai kegiatan dan capaian organisasi selama ini belum terdokumentasikan secara optimal.

“FKDC itu sangat menyadari bahwa teman-teman banyak sekali kegiatan. Nah, di antara kegiatan-kegiatan itu, pasti banyak output atau praktik-praktik baik yang sudah dicapai. Namun, karena keterbatasan pemahaman, kami sering kali terlupakan untuk mendokumentasikan, baik secara narasi, foto, maupun video,” ujar Oni.

Ia menegaskan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap disabilitas melalui dokumentasi yang lebih bermartabat, dengan menonjolkan kemampuan, kontribusi, dan hasil karya penyandang disabilitas, bukan rasa kasihan ataupun keterbatasan fisik.

Melalui pelatihan ini, FKDC berharap para peserta mampu menghasilkan produk dokumentasi yang lebih profesional dan inklusif, sehingga praktik-praktik baik dalam pemberdayaan penyandang disabilitas di Kabupaten Cirebon dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.

Sana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *