Ragam

Dugaan Kecurangan PIP di Cianjur : Data Pendidikan Anak Tidak Sekolah SMP Tetapi Terdaftar sebagai Penerima Bantuan

51
×

Dugaan Kecurangan PIP di Cianjur : Data Pendidikan Anak Tidak Sekolah SMP Tetapi Terdaftar sebagai Penerima Bantuan

Sebarkan artikel ini

 

Cianjur – Seorang warga Kampung Sukasirna, RT 005 / RW 004, Desa Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengaku terkejut setelah mengetahui anaknya tercatat sebagai penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di tingkat SMP, padahal tidak pernah melanjutkan sekolah ke jenjang tersebut.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Imas (36), ibu dari Muhamad Usman Maulana, mengatakan anaknya lulus dari SDN Campakamulya tahun 2024 dan langsung masuk ke pondok pesantren di wilayah Kedung Cikidang Bayabang, tanpa melanjutkan ke SMP.

“Anak saya lulus dari SDN Campakamulya, tapi tidak pernah didaftarkan ke SMP Negeri 1 Mande. Langsung masuk pesantren,” ujarnya, Imas di kediamannya, Selasa (17/3/26).

Namun, data pada aplikasi SIPINTAR menunjukkan anaknya tercatat sebagai penerima bantuan PIP tahun 2025 di SMP Negeri 1 Mande, hal itu membuat pihak keluarga merasa resah dan khawatir data tersebut disalahgunakan.

“Saya tidak pernah mendaftarkan anak saya ke SMPN 1 Mande, tapi kenapa bisa tercatat sebagai penerima PIP,” tambahnya.

Imas juga mengatakan buku tabungan PIP dan ijazah anaknya masih berada di SDN Campakamulya. “Buku tabungan ada di SDN Campakamulya, ijazah juga masih ditahan,” katanya.

Mengetahui hal itu, Dinas Pendidikan melalui, Plt Kepala Bidang SMP menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong Inspektorat untuk melakukan audit ke sekolah tersebut.

“Kami akan cek data terlebih dahulu, terutama yang terkait PIP yang sudah diterima sekolah. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, kami akan rekomendasikan ke Inspektorat untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, melalui sambungan telpon, Selasa, ( 17/3/26 ).

Jika terbukti ada potensi kerugian negara, dana BOS yang diterima akan dikembalikan ke kas negara. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan setelah Lebaran, termasuk untuk kasus anak tunawicara yang datanya tercatat di SMP IT Daar El. Mumtaaz, ” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *