Opini dan Hiburan

Cerdas dan Bijaklah Bermedia Sosial Untuk Perubahan Ke Arah Yang Lebih Baik

359
×

Cerdas dan Bijaklah Bermedia Sosial Untuk Perubahan Ke Arah Yang Lebih Baik

Sebarkan artikel ini

Penulis : AmriZul

Journal news.id-// Saat ini media sosial banyak digunakan oleh semua kalangan tanpa memandang umur. Penggunaan media sosial sudah menjadi hal yang sangat umum. Fungsi awalnya sebagai media bersosialisi, tetapi saat ini telah mengalami perubahan dan peningkatan serta menjangkau seluruh aktifitas pengunanya dalam banyak hal.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Media sosial yang kita kenal dan banyak digunakan adalah Whatsapp, Instagram, Line, Twitter, Tik Tok dan Facebook dan lainnya. Semakin berkembangnya penggunaan media sosial, semakin banyak juga terjadi kasus- kasus penyalahgunaan hingga akhirnya diproses menurut hukum yang berlaku.

Seyogyanya media sosial merupakan sebuah alat komunikasi massa yang dapat mempermudah penggunanya dalam mengakses informasi dan peristiwa yang terjadi ditengah tengah kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan UUD 1945 sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai ideologi Negara.

Sosial media pun sangat ampuh menggiring dan menangkap bagi pelaku yang menyalahgunakan jejaring Medsos sebagaimana termaksud di dalam ketentuan UU nomor 19 tahun 2016 tentang atas perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ini sudah menjadi fenomena sosial, sehingga tidak heran banyak pengguna Medsos yang berurusan dengan hukum. Jadi bijaklah menggunakan media sosial, jangan gunakan Medsos untuk menebar berita hoaks, menebar fitnah, menjustifikasi orang lain atau kelompok, agar terhindar dari jeratan hukum.

Gunakanlah Medsos untuk mengedukasi masyarakat dengan informasi yang biak dan benar dan bukan memfitnah dan menebar isu hoaks, sebab hak setiap warga negara dilindungi oleh Konstitusi. Bertindak diluar Konstitusi banyak dilatarbelakangi oleh paradigma atau oleh karena kepentingan tertentu.

Kemerdekaan berbicara dan berpendapat secara dialogis atau dialektika adalah hak kemerdekaan bagi setiap warga negara, namun jangan dijadikan instrumen untuk bertindak diluar konstitusi. Tetaplah berada dalam norma dan aturan itu sendiri, jangan mengiring dan mengarahkanya berdasarkan pemikiran yang berujung inkonstitusional.

Sebagai warga negara yang baik, marilah berkomitmen dan dewasa untuk membedah diri dalam konseptual maupun kontekstual. Sejatinya kebebasan berdemokrasi bukan untuk menuduh, memfitnah dan menebar berita- berita hoaks. Demokrasi sejati adalah saling menguatkan, saling mendukung, memberi saran dan masukan serta berpendapat yang solutif untuk sebuah perubahan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *