CIANJUR – Bupati Cianjur dr. M. Wahyu Ferdian meresmikan gedung baru SDN Pasirkeuleuwih di Kampung Pasirkeuleuwih, Desa Murnisari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jumat (17/7/2026).
Peresmian dilakukan sebagai upaya mendekatkan akses pendidikan ke permukiman warga sekaligus menjauhkan lingkungan sekolah dari kawasan industri.
“Alhamdulillah kita hari ini bersama-sama bersilaturahmi sekaligus meresmikan SDN Pasirkeuleuwih, Kecamatan Mande. Mudah-mudahan sekolahnya awet dan bisa bermanfaat untuk anak-anak kita,” kata Wahyu saat peresmian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati menjelaskan, pemindahan lokasi sekolah dilakukan karena gedung sebelumnya berada cukup jauh dari permukiman warga. Selain itu lokasinya terlalu dekat dengan area pabrik.
“Karena sekolah letaknya cukup jauh dari lokasi pemukiman warga, selain itu juga waktu itu terlalu dekat dengan area pabrik. Setelah berdiskusi dengan Dinas Pendidikan, DPMD, DLH, termasuk dengan desa dan seluruh stakeholder, akhirnya kita mendapatkan lokasi di sini yang lebih dekat dengan pemukiman dan lebih nyaman untuk anak-anak belajar,” ujarnya.
Untuk sarana dan prasarana, Wahyu menyebut gedung baru sudah cukup memadai. Tersedia toilet yang sehat dan juga lapangan.
“Alhamdulillah bangunannya cukup baik. Lalu juga tersedia toilet yang sehat, ada lapangan, dan mebeler Insya Allah akhir bulan ini selesai semuanya,” ucapnya.
Ia menegaskan pemindahan gedung bukan berarti lingkungan sekolah lama tidak sehat. Menurutnya, sekolah idealnya tidak berdekatan langsung dengan kawasan usaha karena tingginya mobilisasi kendaraan. Lokasi baru juga lebih dekat dengan permukiman warga terdampak gempa yang direlokasi.
“Semua jenis kegiatan yang menghasilkan limbah, baik cair, padat, maupun udara, harus ada proses dan sesuai ketentuan. Lokasi sekolah alangkah baiknya tidak berdekatan dengan lokasi usaha karena terlalu banyak mobilisasi di sana. Di sini juga lebih dekat dengan permukiman relokasi warga yang terkena gempa,” katanya.
Wahyu mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan. Gedung baru tersebut merupakan hasil program CSR dari perusahaan dan skema tukar guling aset. Lahan sekolah lama yang merupakan aset Pemerintah Daerah dialihkan, kemudian dibangunkan gedung baru di lokasi sekarang.
“Saya berterima kasih kepada semua pihak, baik dari Dinas Pendidikan, pihak desa, maupun kontributor yang memiliki andil. Mudah-mudahan ini menjadi wasilah anak-anak kita belajar lebih baik,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan perusahaan yang berkontribusi melalui program CSR, Rahmat, mengatakan bahwa seluruh pembangunan gedung sekolah dari 0 (nol) hingga rampung dibangun oleh pihak perusahaan dan tidak melibatkan pihak ke tiga.
“Program CSR ini sepenuhnya berasal dari perusahaan. Mulai dari pembangunan nol hingga selesai, semua dikerjakan langsung oleh perusahaan tanpa melibatkan pihak ketiga,” ujarnya.
Rahmat menyampaikan jika tujuan perusahaan tidak lain untuk memberikan kenyamanan kepada para siswa dan siswi.
” Tujuan kami agar anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dibandingkan kondisi sebelumnya. Untuk sekolah yang lama, kami juga membantu memperbaiki gedung yang rusak, serta melengkapi mebel yang sebelumnya belum tersedia,” ucapnya.
“Terkait polusi di lingkungan sekolah lama, selama ini tidak ada masalah. Mungkin pernah terjadi _human error_ satu kali, tetapi hanya berlangsung satu hari dan tidak berlangsung lama.
” Untuk program CSR, saat ini kami masih fokus pada sarana pendidikan. Ke depannya tidak menutup kemungkinan kami juga akan mendukung fasilitas umum lainnya.”pungkasnya.
Penulis : Andri.S
Editor : SLS












Komentar