Ragam

Bunda Ayu: Konsep Trisakti Bung Karno Dapat Menginspirasi Masyarakat Keluar Dari Resesi Pangan Global.

184
×

Bunda Ayu: Konsep Trisakti Bung Karno Dapat Menginspirasi Masyarakat Keluar Dari Resesi Pangan Global.

Sebarkan artikel ini

Journal News.id.DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon menyelenggarakan lomba inovasi menu dari bahan baku berbasis lokal non beras. Acara di selenggarakan di Rumah Makan Saung Bukit Ajimut yang beralamat di Desa Waled Kota Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu 18/9/22.

Acara di hadiri oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag, Sekertaris DPC PDI Perjuangan Dr. Sophi Zulfiah SH. MH, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Hj
Wahyu Tjiptaningsi, SE, M.Si, hadir pula para Ketua PAC dan simpatisan dan masyarakat umum lainnya.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Perlombaan memperebutkan hadiah total 10 juta rupiah dan di ikuti oleh para peserta dari 40 Kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon.

Dalam 1 Kecamatan membawa1regu lomba dengan masing-masing membuat satu inovasi menu, sehingga dengan 40 peserta maka ada 40 jenis Warian menu berbasis bahan baku lokal yang dilombakan.

Perlombaan tersebut atas perintah Ketua umum DPP PDI Perjuangan Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri yang terinspirasi dari Trisakti Bungkarno.

Sebelum melakukan lomba DPC PDI Perjuangan telah mengikuti rangkaian ekspedisi Trisakti di Gunung Ciremai untuk menggali sumber pangan pemdamping beras sebagai makanan pokok berbasis bahan baku lokal non beras.

Dalam Konsep Trisakti Bung Karno salah satunya adalah mandiri di bidang ekonomi, agar dapat mewujudkan hal tersebut maka di perlukan penggalian dan penelitian sumber pangan lokal, sehingga saat dunia mengalami resesi pangan, Indonesia tidak akan kekurangan sumber makanan, karena kaya akan berbagai jenis komoditas pangan yang dapat di olah untuk menggantikan beras.

Inilah pesan yang sesungguhnya ingin diungkapkan dalam misi perlombaan yang diselenggarakan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon.

Hal ini di ungkapkan oleh Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih,SE,M.Si.

Wahyu Tjiptaningsih mengatakan, kekayaan Nusantara yang ada di Kabupaten Cirebon memiliki banyak varian, jika di kelola dengan benar, maka Indonesia dapat mewujudkan Konsep Trisakti Bung Karno.

” Apa lagi setelah di lombakan, terlihat berbagai jenis menu yang dapat di jadikan makanan pendamping beras, ” tutur wanita yang saat ini menduduki jabatan Wakil Bupati Cirebon yang akrab disapa Bunda Ayu.

Bunda Ayu berpesan kepada para peserta lomba agar kekayaan alam dari sumber pangan lokal yang dapat dijadikan makanan pokok non beras agar dapat disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan dan mengembangkan sumber pangan lokal non beras tersebut.

” Trisakti Bung Karno memiliki makna yang sangat penting untuk di kembangkan dan di wujudkan melalui kreasi dan inovasi yang dapat menginspirasi masyarakat dalam membuat makanan pengganti beras sebagai solusi mengatasi krisis pangan global.

” Inilah yang sesungguhnya maksud dari lomba yang diselenggarakan oleh DPC PDI Perjuangan, agar masyarakat terinspirasi untuk mewujudkan Trisakti Bung Karno secara bersama-sama sebagai wujud gotong royong warga secara mandiri dalam membangun ekonomi Indonesia di tingkat Kabupaten Cirebon, ” .

” Sebagaimana printah dari Presiden Jokowi, di tahun 2024 Indonesia harus bebas dari stunting, dengan banyaknya warian makanan bergizi berbahan baku berbasis lokal ini diharapkan dapat menunjang percepatan bebas stanting di Kabupaten Cirebon.

Hal senada disampaikan oleh Ketua DPC PDI Perjuangab Kabupaten Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag, yang mengatakan, setelah keliling melihat para peserta lomba, ternyata di Kabupaten Cirebon banyak jenis bahan makanan lokal yang dapat di konsumsi sebagai makanan pokok berbasis lokal sebagai pemgganti beras yang tentunya dapat di kembangkan, ” ujarnya.

” Kita ternyata kaya akan varian makanan non beras yang dapat diperoleh di tanah Cirebon dan sangat bergizi, ” pungkasnya.

Lomba dengan skor tertinggi di raih oleh peser dari Kecamatan Gunung Jati dengan nilai 2. 248, Juara ke dua di menangkan oleh peserta dari Kecamatan Susukan Lebak dengan skor nilai 2.052, juara ke tiga di raih oleh peserta dari Kecamatan Sura Nenggala dengan skor nilai 2.049.

Para pemenang lomba berhak menerima hadiah yang disediakan oleh panitia dan untuk juara satu berhak mengikuti lomba berikutnya di tingkat DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.

Laporan:Sana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *