Lapas Kelas II B Cianjur : Masyarakat Tidak Perlu Sungkan Jika Ada Pengaduan

- Penulis

Minggu, 15 September 2024 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur || Demi tingkatkan Pelayanan dan kenyamanan, Pihak Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas II B Cianjur tegaskan kepada para keluarga binaan agar tidak sungkan dan takut untuk memberikan masukan ataupun pengaduan.

Kritik maupun saran serta pengaduan dinilai baik demi menjadikan Lapas kelas II B Cianjur jauh lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada publik atau masyarakat khususnya keluarga warga binaan.

Kepala Lapas Kelas II B Cianjur, melalui, Kepala Seksi (Kasi) Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Bekti Utomo, menyampaikan bahwa untuk layanan pengaduan keluarga warga binaan dapat menghubungi nomor layanan pengaduan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

” punya regulasi terkait dengan nomor layanan pengaduan masyarakat. Saya rasa bagus untuk pelayanan publik karena masyarakat juga sebagai kontrol sosial yang bisa memberikan masukan informasi kepada petugas,” katanya, seusai dirinya memberikan pengumuman perubahan jadwal besuk di halaman Lapas, Sabtu, (14/9/24).

Bekti juga memastikan jika para petugas akan menjaga kerahasiaan keluarga warga binaan yang memberikan laporan ataupun pengaduan kepada pihak Lapas.

” dan saya rasa petugas yang nanti menjadi penerima layanan pengaduan ini akan menjaga kerahasiaannya dan nanti akan ditindak lanjuti sesuai arahan dan petunjuk pimpinan,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada keluarga binaan agar mempercayai kinerja petugas dalam menjalankan kewajibannya dalam menjalankan tugas atau wewenang sesuai undang undang.

” jadi kami mengharapkan juga kepada keluarga percayakan kepada kami sebagai petugas yang diberikan kewenangan oleh undang undang, oleh pemerintah dalam membantu dan membina mereka. Tentu kami juga di dalam menjalankan kegiatan kegiatan pembinaan baik itu kemandirian, kerohanian, dan juga kegiatan lain yang menyangkut hak hak dan kewajiban. Jadi mereka di dalam juga selalu diberikan pembinaan seperti Pesantren, pembinaan mental, spriritual oleh beberapa lembaga dari luar maupun dari petugas,” terangnya.

Ia juga menjelaskan bahwa warga binaan terbagi dua klasifikasinya, yaitu Tahanan dan Narapidana, hanya saja jika tahanan haknya hanya sebatas perawatan, pemeliharaan dan bimbingan, artinya para tayaban belum mendapatkan hak remisi ataubsebagainya. Tetapi jika Narapidana (Napi) tentunya akan mendapatkan remisi namun dengan ketentuan yangbada

” inikan dibagi menjadi dua klasifikasinya narapidana dan tahanan hanya saja kalau tahanan hak nya sebatas perawatan dan pemeliharaan serta bimbingan belum mendapatkan hak hak seperti narapidana remisi dan sebagainya. Tetap mereka terikat dengan aturan aturan yang ada di dalam Lapas khususnya menyangkut tata tertib di situ ada kewajiban ada larangan yang harus mereka patuhi,” jelasnya.

Ia menambahkan, seandanya aturan yang ada dilanggar. Maka warga binaan harus menerima kosekwensinya.

” Jika aturan itu dilanggar berarti ada kosekwensi sanksi sesuai peraturan perundang undnagan yang berlaku dilapas kelas II B Cianjur,” tambahnya.

Bekti juga kembali menegaskan agar masyarakat khusunya keluarga warga binaaan agar mempercayakan segala kegiatan pembinaan kepada para petugas.

” Iya, bahwa percayakanlah kegiatan pembinaan warga binaan di lapas kepada petugas sehingga jika ada apa apa bisa disampaikan kepada para petugas yang ada dilapangan maupun kepada petugas layanan kunjungan dipembinaan dan Napi juga akan dilindungi,” pungkasnya tegas.

Berita Terkait

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*
Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha
Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Bidan di Sukaresmi Diduga Buka Praktik Mandiri Tanpa SIPB, Puskesmas: Urgensi Boleh Ditangani, Persalinan Tidak
SMK DZakiyyun Lepas 108 Siswa Angkatan ke-9, 10 Lolos Magang ke Jepang
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Senin, 1 Juni 2026 - 11:22 WIB

1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:17 WIB

Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:23 WIB

Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP

Berita Terbaru

Hukum Kriminal

Sidang Ketiga Kasus Labu Viral di Cianjur, Jawaban Jaksa Ditolak Hakim

Kamis, 11 Jun 2026 - 08:04 WIB