P3S Laksanakan Webinar: KPK Ungkap Kasus Korupsi di Lamongan, Siapa Selanjutnya?

- Penulis

Senin, 2 Oktober 2023 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JOURNAL NEWS //

JOURNAL NEWS // Senin (2/10/23) merupakan hari yang penting dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, ketika Esensinews dan P3S menyelenggarakan sebuah webinar dengan tema yang sangat relevan, yaitu “KPK Ungkap Korupsi di Lamongan, Siapa Selanjutnya?” Acara daring ini menjadi platform bagi berbagai pemikir dan ahli untuk berbicara tentang upaya KPK dalam mengungkap kasus korupsi yang mencengkeram daerah tersebut.

Webinar ini dibuka oleh Bang Ricardo Marbun, yang kemudian menyerahkan peran memandu acara kepada Willi Nafie. Pemateri pertama Edi Hardum, seorang individu yang memiliki bukti material yang signifikan, berbicara mengenai bukti-bukti yang dimiliki, termasuk rekaman percakapan WhatsApp (chat wa) dan rekaman CCTV yang telah dikembangkan oleh KPK. Edi juga berbicara tentang pentingnya saksi sebagai alat bukti dalam kasus pidana, serta dokumen-dokumen terkait yang mendukung investigasi KPK.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kasus korupsi di Lamongan menjadi sorotan utama dalam webinar ini, dan para peserta acara memberikan apresiasi kepada KPK atas kerja keras mereka dalam mengungkap kasus tersebut. Tuntutan yang diutarakan adalah agar KPK terus bergerak maju untuk mengejar semua pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. Keberlanjutan penegakan hukum dan perlunya kepastian hukum juga menjadi perhatian serius dalam acara ini. Partisipasi KPK diharapkan dapat membawa efek jera bagi aparatur sipil negara (ASN) di tempat lain dan memperkuat upaya menegakkan keadilan,” jelas Edi Mardum.

Bang Edi Hardum, pelaku korupsi tidak berdiri sendiri, melainkan seringkali ada keterlibatan beberapa orang, bahkan hingga puluhan orang. KPK harus melakukan penelusuran mendalam untuk mengungkap jaringan korupsi yang mungkin terlibat. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti menerima laporan masyarakat atau melakukan operasi tangkap tangan (OTT) berdasarkan rekaman percakapan.

Mbang Lisman Manurung juga memberikan pandangannya dalam acara tersebut, menyoroti pentingnya memahami perbedaan antara korupsi dan insentif. Ia mengatakan bahwa ketidaksesuaian dengan standar dalam bekerja bisa mengakibatkan penurunan pelayanan masyarakat. Kasus-kasus suap dan praktik korupsi seringkali muncul dalam upaya meningkatkan pelayanan, yang akhirnya merugikan masyarakat secara keseluruhan. Ia juga menyinggung permasalahan timbunan mobil rongsokan yang bertumpuk-tumpuk, dan menekankan bahwa penegakan hukum harus disertai dengan upaya preventif yang lebih luas.

Webinar ini menjadi wadah penting untuk mendiskusikan berbagai aspek korupsi dan upaya pemberantasan serta mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik. Semua ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menegakkan rasa keadilan di masyarakat.

Jerry Massie dalam pembicaraannya sangat menekankan perlunya tindakan tegas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, KPK harus memiliki keberanian untuk menindak para koruptor dan menghadirkan efek jera yang kuat dengan menyita harta mereka. Baginya, korupsi harus dianggap sebagai perjuangan bersama yang membutuhkan solidaritas dan kesatuan tindakan.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya KPK menjalankan tugasnya tanpa pandang bulu. Artinya, siapapun yang terlibat dalam tindakan korupsi harus diadili sesuai dengan perbuatannya, tanpa terkecuali. Jerry Massie menginginkan bahwa KPK harus fokus pada penegakan hukum dan tidak boleh terpengaruh oleh pertimbangan politik atau faktor lainnya.

Mengenai biaya Pilkada yang tinggi, ia menyoroti potensi korupsi pasca-pemenangan. Menurutnya, pemimpin yang terpilih cenderung berusaha untuk mengembalikan biaya mahal yang telah dikeluarkan selama kampanye. Hal ini menunjukkan bahwa KPK juga harus melakukan penelusuran terhadap keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Jerry Massie, KPK harus menjalankan tugasnya dengan tegas dan tanpa pandang bulu. Siapapun yang terlibat dalam tindakan korupsi harus diambil tindakan penegakan hukum yang tepat, yaitu penangkapan. KPK sebagai lembaga anti-korupsi harus memastikan bahwa tidak ada yang luput dari pengawasan mereka, dan para pelaku korupsi harus dihadirkan di depan hukum untuk pertanggungjawaban mereka.

[ Red ]

 

 

Berita Terkait

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Putra Daerah Siap untuk Masa Depan Perubahan Kabupaten Cianjur, Usung Tagline “ADA KOPI ADA SOLUSI”
Mantan Bupati Cianjur Muncul di Video Gorol, Warganet Ramai Pertanyakan Peran Bupati Saat Ini
Anak Desa Siap Maju 2029, Bawa Semangat “Ada Kopi Ada Solusi” untuk Cianjur Lebih Baik
Diduga Ada Penumpang Gelap di Balik Kebijakan Bupati Cianjur, Pengamat Kusnandar Ali Angkat Bicara
Bea dan Cukai Madura di Duga Melakukan Pembiaran,Beredar Bebas Rokok Merek Rokok Avatar ” MASTERCLASS”Tanpa  Pita Cukai
Reses Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Nasdem di Desa Cirumput Kecamatan Cugenang, Bersama Kelompok Tani Hutan.
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:45 WIB

Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Putra Daerah Siap untuk Masa Depan Perubahan Kabupaten Cianjur, Usung Tagline “ADA KOPI ADA SOLUSI”

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:52 WIB

Mantan Bupati Cianjur Muncul di Video Gorol, Warganet Ramai Pertanyakan Peran Bupati Saat Ini

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:11 WIB

Anak Desa Siap Maju 2029, Bawa Semangat “Ada Kopi Ada Solusi” untuk Cianjur Lebih Baik

Berita Terbaru