Belasan Tahun Hilang Kontak dengan DAYUNI, Keluarga TKW Asal Desa Kertasura Kapetakan aduakan Ke BP2MI Cirebon Jawa Barat

- Penulis

Selasa, 2 Mei 2023 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journal News. Id, Kab. Cirebon, – Nasib Tenaga Kerja Wanita (TKW) Bernama DAYUNI (41) Binti Ramli (65) Warga RT. Ill Desa Desa Kertasura, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat. Hingga saat ini keberadaanya masih belum diketahui pihak keluarga, hilang kontak sejak tahun 2008 silam, Keluarga pun kwahatir dengan keberadaan anaknya Dayuni, karena belasan tahun tidak ada kabar beritanya. akhirnya keluarga mengadukan kasus ini ke Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ( BP2MI) Cirebon, Selasa (02/05/2023).

Diberitakan sebelumnya TKW bernama Dayuni (41) diberangkatkan melalui PT. Duta Tangguh Selaras di Jakarta sejak tahun 2004 silam, sembari menujukkan foto album anaknya kedua orang tua TKW sempat meminta bantuan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) berharap dapat membantu menemukan keberadaan dan memulangkan anaknya tersebut yang hilang kontak belasan tahun yang bekerja sebagai TKW di Yordania ( Timur Tengah).

Sementara itu, Sataff BP2MI Cirebon menyampaikan” diruang kerjanya, bahwa dari kesimpulan Kronologi dari pihak Keluarga TKW tersebut TKW ini berangkat keluar Negeri sebelum BP2MI ada jadi kami masih kesulitan untuk melacak keberadaannya dilihat di data diri TKW yang masih kurang lengkap seperti poto copy paspor dan lainya, namun karena PTnya masih Aktif kami akan berusaha konfirmasi ke Pihak PT tersebut untuk kroscek langsung kebenarannya, kalaupun TKW itu Benar diberangkatkan melalui PT tersebut maka ini sangat baik dan bisa secepatnya kelacak keberadaanya. Nanti kami coba klarifikasi ke pihak PTnya jawabanya seperti apa,” Ujar Agus Gustapul Supyan, SH.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjutnya Agus menjelaskan” Karena PTnya di Jakarta kami akan minta bantuan BP2MI pusat untuk memanggil Pihak PT. nya dan Mudah- Mudahan kalau memang PTnya benar mengakui memberangkatkan TKW tersebut berarti kami bisa secepatnya untuk bisa melacak keberadaannya, karena kalau dari data di sistem kami kan tidak ada datanya, jadi kenapa data diri TKW itu kita butuhkan, karena biasanya data dari Nama TKW yang kita kenal di Dokumen Tenaga kerja biasanya berbeda seperti” contohnya Tahun kelahiran biasanya ada perbedaan, karena di tuakan umurnya. dari sini saja sudah berbeda dan dikwahtirkan dokumen di paspor namanya juga berbeda karena beda 1 huruf saja susah untuk bisa cepat melacaknya, maka dari itu kami akan berusaha mencoba konfirmasi dulu ke pihak PTnya,” Katanya.

Menurutnya, Untuk kasus pengaduan seperti ini memang dari kita dalam seminggu kedepannya setelah berkas dokumen laporan aduan TKW yang bermasalah ini masuk ke sistem kami, maka kami akan segera tindak lanjuti secepatnya, tapi kalau bicara hasil kami tidak bisa tentukan pasti berhasil, namun kami akan berusaha untuk bisa membantu mencari keberadaan TKW yang hilang kontak selama 18 tahun ini di Negara Yordania, adapun hasilnya nanti kami akan memberitahukan kabar selanjutnya ke pihak keluarga TKW, ” Pungkasnya

Dihimbau untuk para orang tua TKW harus ada pemahaman dipihak keluarga bahwa dokumen TKW itu sangat penting disimpan untuk disimpan dengan baik, minimalnya pegang poto copynya, jadi setiap ada anggota keluarga berangkat ke luar negeri minimal keluarga dirumah memegang dokumennya, karena setelah dilihat dari beberapa kasus laporan pengaduan TKW yang bermasalah ke kami Rata Rata mereka Tidak memiliki Dokumen lengkap, padahal disaat TKW ada masalah justru Dokumen itu penting baginya sebagai bahan upaya kami untuk bisa mempermudah mencari keberadaan TKW yang bermasalah. Harapnya

Laporan: Wadira

Berita Terkait

Warga Kp. Saparantu Keluhkan Air Sumur Berbau dan Berbusa, Minta Pihak SPPG Kademangan 1 Lakukan Pengerukan
Ruang Publik Depan Istana Cipanas Harus Dibuka Kembali, Tuntutan Dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cianjur
Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”
Kemenag Cianjur Ajak Guru PAI “Break The Pattern” Demi Pendidikan Berkualitas
Praperadilan Jadi Senjata Nelayan Kecil: Uji Kepatuhan Prosedural di Tengah Implementasi KUHAP Baru
Respons Cepat Aduan Call Center 110, Polres Pekalongan Tertibkan Kafe yang Putar Musik Hingga Larut Malam
Pria Asal Waled Meninggal Dunia Diduga Tertemper KA Harina, Polisi Ingatkan Bahaya Melintas di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
SPPG Bobojong 04 Maksimalkan IPAL: Komitmen Jaga Lingkungan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:00 WIB

Warga Kp. Saparantu Keluhkan Air Sumur Berbau dan Berbusa, Minta Pihak SPPG Kademangan 1 Lakukan Pengerukan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:48 WIB

Ruang Publik Depan Istana Cipanas Harus Dibuka Kembali, Tuntutan Dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cianjur

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:19 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:46 WIB

Kemenag Cianjur Ajak Guru PAI “Break The Pattern” Demi Pendidikan Berkualitas

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:55 WIB

Praperadilan Jadi Senjata Nelayan Kecil: Uji Kepatuhan Prosedural di Tengah Implementasi KUHAP Baru

Berita Terbaru