Ragam

MDMC Adakan LEARNING Even Respon Gempa Bumi Cianjur

151
×

MDMC Adakan LEARNING Even Respon Gempa Bumi Cianjur

Sebarkan artikel ini

CIANJUR _ Muhammadiyah Disaster Management Center ( MDMC) bersama pemerintah Cianjur
Yang di hadiri oleh kapolsek pacet AKP HIMA Rawalasi, Dan Ramil 0608, Bupati Cianjur yang diwakilinya , berjumlah 100 orang kurang lebih anggota MDMC juga para tamu undangan, bertempat di hotel palace yang berada diwilayah Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur rabu 01.03.2023.

Wakil ketua MDMC indrayanto , ketika diwawancara oleh pihak Media ia menjelaskan, bahwa kegiatan hari ini adalah reaning event atau pembelajaran Respons Gempa Bumi Cianjur yang di adakan oleh MGMC, jadi selama 3 bulan, atau 100 hari, kita menjalankan misi penanganan, kita mencoba evaluasi apa yang sudah berjalan dengan baik, dan apa yang perlu kita tingkatkan dari masukkan pihak yang kita undang, sehingga nanti kedepan untuk proses proses selanjutnya , bisa kita perbaiki mekanisme untuk layanan ini Muhammadiyah dalam penanganan darurat bencana.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Lanjut Indra, juga menambahkan yang kedua nanti kita akan mengeluarkan rekomendasi disini untuk rehab rekotnya seperti apa yang akan dilakukan oleh Muhammadiyah sendiri.
Muhammadiyah juga kan ada beberapa yang perlu di perbaiki, baik sekolah, masjidnya ataupun yang lainnya, sekolah Muhammadiyah yang perlu kita perbaiki ulang dengan standar Gempa yang sudah di tentukan oleh pemerintah, ataupun kegiatan rehabilitasi yang akan kita berikan layanannya yang akan kita berikan kepada masyarakat. Misalnya pemberdayaan berbasis ekonomi, pemberdayaan perempuan, pemberdayaan kepemudaan dan seterusnya. Itu tetap akan kita lakukan,” paparnya.

Masih Indra, dan tentunya dari sini hasil ini buku laporan akan kami sempurnakan dari hasilnya, juga akan kami sampaikan kepada pemerintah baik BNPB maupun juga pemerintah Kabupaten setempat. Untuk rekomendasinya dari kami ada proses percepatan rekontruksi untuk hunian tetap, karena hari ini yang kita hadapi bukan hanya tempat hunian tapi pasca gempa bumi ini kan ada kejadian hidrometeorologi kejadian hujan, angin dan seterusnya.
Kalau masyarakat harus tetap bertahan di tenda gak mungkin.
Harus bertahan berapa lama bertahan di tenda.

Lalu, Yang kedua kaitannya dengan rehabilitasi, di kegiatan rehabilitasi kita berharap dari semua unsur dan pemerintah yang ikut terlibat juga mengambil poin poin dalam pengurangan resiko bencana misalkan rumah tahan Gempa kitakan tidak tau lagi nih di Cianjur akan ada bencana, kemudian dalam pembentukan Destana dari setiap Desa yang ada di Canjur ini kesiap siagaanya ketika menghadapi ancaman masih kurang, kita bisa melihat hal itu ketika kejadian di tempat kemarin management dari temapat pengusian juga belum teratur belum terdata dengan baik,” tandasnya (Ateng Permana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *