Journal news. id. KABUPATEN CIREBON — Jambore Nasional Motor Antique Club Indonesia (MACI) ke-31 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para pecinta motor antik dari berbagai daerah.
Kehadiran komunitas otomotif tersebut juga menjadi momentum untuk mendorong perputaran ekonomi lokal melalui kuliner dan produk khas Kabupaten Cirebon.
Hal itu mengemuka saat Bupati Cirebon Imron membuka Jambore MACI ke-31 di Halaman Parkir GOR Watubelah, Kabupaten Cirebon, Sabtu (3/10/2026).
Imron menyambut kedatangan anggota MACI yang datang dari berbagai daerah dan mengajak mereka memanfaatkan kesempatan berada di Kabupaten Cirebon dengan mengenal sekaligus menikmati berbagai potensi daerah.
Menurutnya, kedatangan komunitas dari luar daerah dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan Kabupaten Cirebon secara lebih luas, terutama melalui kuliner dan ciri khas daerah.
“Kalau datang ke Kabupaten Cirebon, mangga nanti jalan-jalan dan menikmati ciri khas Kabupaten Cirebon. Kuliner di Kabupaten Cirebon ini sangat banyak,” ujar Imron.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi pelaku usaha lokal, karena aktivitas peserta selama berada di Kabupaten Cirebon berpotensi menggerakkan transaksi di sektor kuliner, oleh-oleh, dan usaha masyarakat lainnya.
Imron juga mengapresiasi MACI yang telah memilih Kabupaten Cirebon sebagai lokasi penyelenggaraan jambore.
Ia berharap para peserta tidak hanya membawa pengalaman dari kegiatan tersebut, tetapi juga mengenal lebih dekat Kabupaten Cirebon dan kembali berkunjung pada kesempatan lain.
“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas kegiatan ini, mudah-mudahan dari MACI ini tidak lupa akan Kabupaten Cirebon,” katanya.
Sementara itu, Ketua MACI Cabang Cirebon, Hadi Saputro secara khusus menekankan pentingnya memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan komunitas otomotif.
Menurut Hadi, jambore tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan berkumpul dan menikmati hobi. Kedatangan anggota MACI dari berbagai daerah juga harus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat setempat.
“MACI datang di Kabupaten Cirebon bukan cuma meninggalkan bising suara motor dan jejak ban, tetapi juga meningkatkan manfaat khususnya bagi masyarakat Kabupaten Cirebon,” ujar Hadi.
Karena itu, Hadi mengajak para peserta mencicipi sekaligus membeli berbagai produk kuliner khas Cirebon.
Ia menyebut empal gentong, nasi jamblang, tahu gejrot, dan beragam oleh-oleh sebagai bagian dari pengalaman yang tidak boleh dilewatkan selama berada di Kabupaten Cirebon.
Ajakan tersebut disampaikan dengan gaya khas komunitas otomotif. Hadi bahkan meminta peserta tidak ragu mengeluarkan uang untuk berbelanja selama berada di Kabupaten Cirebon.
“Motor boleh penuh oleh-oleh, baju boleh penuh oleh-oleh, tapi dompet… ya jangan tetap penuh, kurangi. Habiskan di Kabupaten Cirebon, biar perekonomian di Kabupaten Cirebon tetap gaspol,” kata Hadi disambut antusias para peserta.
Bagi MACI, pengalaman mengikuti jambore bukan hanya tentang motor antik dan perjalanan antarkota. Peserta juga diajak menjadi bagian dari aktivitas ekonomi di daerah yang mereka kunjungi.
Jambore MACI ke-31 mempertemukan para pemilik dan pencinta motor antik dari berbagai wilayah. Hadi menyebut perjalanan para peserta menuju Kabupaten Cirebon menjadi bagian dari semangat komunitas yang menjunjung petualangan, persaudaraan, dan silaturahmi.
“Motor antik itu bukan sekadar kendaraan. Di balik satu motor, ada sejarah, ada cerita, dan tentunya ada persaudaraan,” ujarnya.
Sana













Komentar