Kecewa Sikap Pasif Disdikbud, Gerhana Indonesia Laporkan 10 SDN di Tegal ke Kejaksaan, Diduga Rugikan Negara Rp1,06 Miliar

Rabu, 15 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SLAWI – Sepuluh Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tegal atas dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler. Laporan Pengaduan (LP) itu diserahkan Rabu (15/7/2026) oleh Gerakan Pembaharuan Generasi (Gerhana) Indonesia DPD Jawa Tengah.

Laporan kolektif ini menyoroti dugaan penyimpangan, manipulasi data, dan mark-up honorarium Dana BOS sepanjang Tahun Anggaran 2024, 2025, hingga Semester I 2026.

Di sela penyerahan berkas laporan, Ketua Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Gerhana Indonesia Jawa Tengah, Reejihono, menyempatkan diri berbincang dengan awak media yang menunggu di lokasi. Kepada wartawan, pria yang akrab disapa Ree’ itu menjelaskan bahwa laporan hari ini merupakan kelanjutan dari puluhan sekolah yang sebelumnya telah dilaporkan pihaknya ke aparat penegak hukum.

Nada prihatin terdengar ketika Ree’ menjawab pertanyaan soal perkembangan kasus ini. “Kami sangat prihatin karena indikasi kebocoran dana BOS ini masih akan terus bergulir,” katanya.

Ia juga tak menutupi kekecewaannya terhadap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tegal, yang dinilai pasif merespons temuan-temuan sebelumnya. Menurut penuturannya kepada wartawan, hingga saat ini belum ada klarifikasi maupun langkah tegas dari dinas terkait — kondisi yang disebutnya menjadi salah satu alasan Satgasus membuka LP baru untuk sepuluh sekolah tambahan.

Kesepuluh sekolah yang dilaporkan adalah SDN Lebaksiu Kidul 04, SDN Lebakgowah 02, SDN Yamansari 02, SDN Suradadi 03, SDN Suradadi 01, SDN Gembongdadi 02, SDN Randusari 02, SDN Lengkong 01, SDN Rembul 01, dan SDN Dukuhdamu 02.

Gerhana Indonesia menyebut temuan ini berangkat dari penelusuran dan pencocokan data melalui sejumlah portal transparansi resmi milik pemerintah. Dari proses tersebut, ditemukan indikasi ketidaksesuaian antara anggaran yang dicairkan untuk pos honorarium guru dan tenaga kependidikan (tendik) honorer dengan kondisi riil di masing-masing satuan pendidikan.

Berdasarkan penghitungan Satgasus, total akumulasi potensi kerugian keuangan negara dari sepuluh sekolah tersebut diperkirakan mencapai Rp1.060.470.000.

Melalui laporan ini, pihaknya mendesak Kepala Kejari Kabupaten Tegal segera melimpahkan perkara kepada tim Pidana Khusus (Pidsus) atau Intelijen untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Pihaknya juga meminta kepala sekolah dan bendahara BOS dari sepuluh sekolah tersebut dipanggil untuk mencocokkan dokumen fisik, serta mendorong terbitnya rekomendasi audit investigatif dari Inspektorat Daerah Kabupaten Tegal.

Laporan ini turut ditembuskan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Kapolres Tegal, Bupati Tegal, Kepala Disdikbud Kabupaten Tegal, dan Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Tegal sebagai bagian dari upaya koordinasi dan supervisi penanganan kasus.

Berita Terkait

Milangkala HUT RSUD Cimacan Cianjur Yang Ke 19 Tahun, Di Buka Oleh Bupati Cianjur Dengan Moto Melayani Dengan Hati dan Cinta.
Lewat Sholat Jumat Keliling, Kapolresta Cirebon Rajut Kedekatan dengan Ulama dan Masyarakat
Pererat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas, Kapolresta Cirebon dan 27 Kapolsek Jajaran Gelar Shalat Subuh Keliling
‎Misteri 917 Bal Rokok Marbol di Pamekasan — Fuad Cholil: Jika Diam, Kami Akan Kawal Sampai Terungkap ke Publik
Kapolres Cirebon Kota Laksanakan Salat Subuh Keliling di Masjid At-Taqwa
Kapolres Cirebon Kota Pimpin Langsung Pengungkapan Dua Kasus Pencurian Ranmor
Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Polres Kuningan Salurkan Air Bersih ke Desa Hantara
Penyaluran Air Bersih Difokuskan ke Tempat Ibadah dan Lembaga Pendidikan — DPC Madas Sedarah Pamekasan Jangkau Yayasan Assunniyah Islamiyah dan Masjid Al-Mabruk

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:59

Milangkala HUT RSUD Cimacan Cianjur Yang Ke 19 Tahun, Di Buka Oleh Bupati Cianjur Dengan Moto Melayani Dengan Hati dan Cinta.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:42

Lewat Sholat Jumat Keliling, Kapolresta Cirebon Rajut Kedekatan dengan Ulama dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:39

Pererat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas, Kapolresta Cirebon dan 27 Kapolsek Jajaran Gelar Shalat Subuh Keliling

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:37

‎Misteri 917 Bal Rokok Marbol di Pamekasan — Fuad Cholil: Jika Diam, Kami Akan Kawal Sampai Terungkap ke Publik

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14

Kapolres Cirebon Kota Laksanakan Salat Subuh Keliling di Masjid At-Taqwa

Berita Terbaru