Cianjur, – https//journalnews.id
Musyawarah Cabang ke V Hiswana Migas Kabupaten Cianjur Jawa Barat, yang dihadiri oleh Bupati Cianjur Dr. M. Wahyu Ferdian, juga EGM Pertamina Patra, Freddy Anwar, Manreg Retail JBB, Tiara Thesaufi, Ketua DPP Hiswana Migas, Juan Tarigan, Ketua DPD III Hiswana Migas, Heddy S, Hedian., Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, Azis Muslim, Kadin Cianjur Fairujilla, SAM Sukabumi -Cianjur Erlangga Prabhasasri, SBM LPG Doddy Anggriawan, SBM SPBU Hanif Rajasa dan ketua DPC Hiswana Migas Kabupaten Cianjur Hedi Permadi Boy, bersama Hj, Lilis Boy sebagai wakil 3 di Hiswana Migas Kabupaten Cianjur.
Acara Muscab dilaksanakan pada Senin pagi 8-6-2026, yang diadakan di Hotel Le eminence, merupakan agenda yang rutin dilaksanakan dalam tiap periode, juga menentukan hasil voting ketua DPC Kabupaten Cianjur, yang sekarang masih di ketuai oleh Hedi Permadi Boy, SE., M.ec., dalam masa bakti tahun 2026-2030.
Hedi Permadi Boy mengatakan kepada awak media saat dikonfirmasi terkait muscab yang diadakan di Hotel Le Eminence, “Baik kami hari ini sedang melaksanakan Muscab Yang Ke V, yang dihadiri 81 peserta dari 121 peserta keseluruhan, dan ini merupakan peranan Hiswana Migas dalam era digitalisasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik lagi,” ujar Hedi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah untuk tema hari ini mengenai di era digitalisasi iswana Migas harus langsung digitalisasinya sampai ke masyarakat karena dengan sistem barcode juga sudah dilakukan di setiap SPBU untuk kedepannya untuk pembelian Gas ini akan dilakukan dengan sistem digitalisasi,” lanjutnya.
Ia berharap ada peran dari Bupati Cianjur (Pemerintah) Yang memberikan data masyarakat yang berkategori miskin, dan daerah yang belum tersuplai Gas elpiji, agar penyuplaian Gas elpiji terkaver kepada yang berkategori.
” Inshaa Allah kami dengan Bupati Cianjur (Pemerintah Daerah) akan ada kawalan dari peran Bupati, terkait Gas elpiji yang bersubsidi, karena yang tau masyarakat dengan kategori miskin itukan Bupati Cianjur, dan untuk sekarang ini dari 32 Kecamatan saya rasa semua sudah terkaver,” paparnya.
” Jadi terkait kelangkaan Gas sebelumnya, memang ada kendala, dan itu sudah dirasakan oleh kami, padahal dari biasanya jumlah Gas elpiji yang keluar itu sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada di Kabupaten Cianjur, yang sesuai dengan jumlah di Pertamina yang disuplai menurut kebutuhan dari tahun tahun,” Tegasnya.
Ia juga berharap ada kerja samanya kepada rekan-rekan aph dan media, bilamana ada temuan terkait harga Gas yang tidak sesuai, atau ada pengoplosan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, agar ditindaklanjuti oleh APH dan laporkan kepada Hiswana Migas.
Muklis M.
Editor : SLS












Komentar