CILACAP // JOURNAL NEWS – Keterbatasan anggaran daerah tidak menjadi alasan bagi warga RT 02 RW 13 Dusun Beber, Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap untuk berdiam diri. Dengan modal semangat gotong royong dan kemandirian yang tinggi, warga setempat sukses membuka akses jalan setapak lingkungan baru. Tidak main-main, jalan ini diklaim sebagai jalan setapak terpanjang di wilayah tersebut.
Saat tim Journal News memantau langsung ke lokasi pada Sabtu (6/6/2026), terlihat jelas sisa-sisa semangat kebersamaan warga yang bahu-membahu membangun jalan sepanjang 175 meter tersebut. Jalan ini nantinya akan menjadi urat nadi penting yang menghubungkan pemukiman warga sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di tingkat RT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua RT 02, *Slamet Widodo* membenarkan bahwa wilayahnya tengah menggarap proyek swadaya ini. Di sela-sela kesibukannya, Slamet mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian warga sejauh ini.
”Alhamdulillah, sampai hari ini tahap pengerasan jalan dengan menggunakan urugan krop (batu pecah) sudah rampung seluruhnya,” ujar Slamet dengan nada optimis.
*Siasat “Celengan” Jimpitan Rp500 Permalam*
Di balik suksesnya proyek fisik ini, ada cerita unik mengenai cara warga mengumpulkan dana. Maman, selaku Seksi Pembangunan Lingkungan, membeberkan bahwa seluruh biaya pembangunan ini murni berasal dari kantong masyarakat sendiri melalui tradisi jimpitan.
”Sumber anggarannya murni swadaya masyarakat. Kami mengumpulkan celengan jimpitan sebesar Rp500 per malam. Karena anggarannya terbatas, kami tidak bisa langsung menyelesaikan semuanya sekaligus, jadi harus bertahap,” jelas *Maman*.
Meski dicicil, hasilnya mulai terlihat nyata. “Alhamdulillah, dari total 175 meter, saat ini sudah ada 50 meter jalan yang selesai dicor rabat beton,” imbuhnya.
*Apresiasi dari Pemerintah Desa*
Aksi heroik warga RT 02 ini rupanya mendapat perhatian dan pujian khusus dari Pemerintah Desa Tritih Lor. Kepala Desa melalui Kepala Dusun ( Kadus ) Beber, *Sabrina Lestari Ernawan* , memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga di bawah kepemimpinan Slamet Widodo. Menurutnya, RT 02/13 tercatat sebagai satu-satunya wilayah RT yang paling agresif dan bersemangat dalam membangun fasilitas lingkungan secara mandiri.
”Kami atas nama Pemerintah Desa Tritih Lor mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semangat kemandirian warga. Kami akui, karena adanya keterbatasan anggaran desa, pihak desa belum bisa menyentuh pembangunan sampai ke jalan setapak lingkungan ini. Apa yang dilakukan warga RT 02 / 13 sungguh luar biasa,” tutur Sabrina saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Langkah konkret yang dilakukan oleh warga Dusun Beber ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bisa diatasi dengan kekompakan. *Celengan jimpitan Rp500* yang mungkin dianggap kecil, kini telah berubah menjadi fasilitas jalan yang kokoh dan bermanfaat bagi anak cucu mereka kelak. (SW)













Komentar