Mesin Combain bikin, Buruh Tani di Cirebon kehilangan Penghasilan Tambahan

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cirebon, – Hamparan sawah padi kian menguning di wilayah kabupaten cirebon masih tampak luas saat musim panen tiba. Namun suasana yang dahulu indentik berbondong bondong dengan keramaian para buruh Derep kini perlahan berubah menjadi dentunan mesin.

Suara tawa Buruh tani dan bunyi alat gebot( Geprak) padi tradisional mulai tergantikan oleh dentunan mesin Combine Harvester ( mesin panen padi modern) yang kerja cepat menyisir area pesawahan.

Metode panen tradisonal yang dahulu sepenuhnya mengandalkan tenaga manusia, namun kemudian saat ini berkembang menjadi alat modern seperti mesin grabag dan combine semakin banyak digunakan para pemilik sawah ketimbang dengan tenaga manusia, karena mesin tersebut dianggap mampu mempercepat panen padi dan dapat menjaga kwalitas gabah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski biaya mesin combine cukup menguras keuangan para petani sebesar Rp. 2 juta perbau. Akan tetapi penggarap sawah lebih memilih panen dengan mesin ketimbang tenaga manusia.

Dibalik kemudahan dari panen tersebut ada catatan lain yang di rasakan para Buruh pertanian. Sebagai masyarakat kecil yang dahulu mengandalkan penghasilan berburuh tani. Namun kini hilang pendapatan.

“Dulu sebelum ada alat mesin potong padi tersebut, kami bisa dapat penghasilan tambahan dari hasil berburuh memanen padi, namun saat ini para Buruh tani hanya bisa monoton dan tidak ada penghasilan tambahan, ungkap salah satu perwakilan buruh tani asal desa pegagan kidul, kecamatan kapetakan kabupaten cirebon. Senin (18/05/2026)

” Bagi para Buruh Derep masa panen padi itu, menjdi memeontum penting demi memenuhi kebutuhan keluarga, kini kesempatan tersebut perlahan semakin sempit, seiring berkembangnya teknologi pertanian.

Meski demikian, para Buruh memahami sektor pertanian menajdi bagian dari perkembangan zaman. Yang sulit dihindari, karena itu, para Buruh tani berharap kemajuan teknologi tetap berjalan seiring perhatian terhadap nasib para buruh tani yang terdampak, ” Pungkasnya

Cc. Biro Cirebon

Berita Terkait

PROYEK RS MITRA SIAGA BALAPULANG DIHENTIKAN SEMENTARA, REE’ GERHANA INDONESIA: “DLH SUDAH BUKA KARTU, SEKARANG PUBLIK MENUNGGU PENJELASAN DPMPTSP”
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Dorong Anggaran 2027 Fokus Pertumbuhan Ekonomi Dan Pemerataan Pembangunan.
DKPP Kabupaten Cirebon Dorong Konsumsi Ikan Lewat Bazar dan Gemarikan
TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 Resmi Dibuka, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Percepat Pembangunan Desa di Wonopringgo
KS LAW FIRM Resmi Buka Layanan Bantuan Hukum untuk Warga Cianjur
Komunitas Bagong Mogok Bersama Polsek Mande dan Pemdes Mulyasari Salurkan Bantuan untuk Pasangan Lansia Korban Kebakaran
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Bentuk Datgas Pertanahan Terlibat KasusbTanah Tidak Penjarakan Segera!!!
Kapolres Cirebon Kota Silaturahmi dengan Ketua FPI Kota Cirebon Perkuat Komunikasi Jaga Kamtibmas
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:19 WIB

PROYEK RS MITRA SIAGA BALAPULANG DIHENTIKAN SEMENTARA, REE’ GERHANA INDONESIA: “DLH SUDAH BUKA KARTU, SEKARANG PUBLIK MENUNGGU PENJELASAN DPMPTSP”

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:49 WIB

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Dorong Anggaran 2027 Fokus Pertumbuhan Ekonomi Dan Pemerataan Pembangunan.

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:12 WIB

DKPP Kabupaten Cirebon Dorong Konsumsi Ikan Lewat Bazar dan Gemarikan

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:33 WIB

TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 Resmi Dibuka, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Percepat Pembangunan Desa di Wonopringgo

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:21 WIB

KS LAW FIRM Resmi Buka Layanan Bantuan Hukum untuk Warga Cianjur

Berita Terbaru