HUT Cilacap ke-170: Peringatan Penuh Keprihatinan di Balik Bayang-Bayang Kasus Hukum

Minggu, 22 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

​CILACAP // Journal News – Hari jadi Kabupaten Cilacap yang ke-170 pada 21 Maret 2026 terasa sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di balik usia yang semakin matang, Bumi “Cilacap Bercahaya” justru dilingkupi suasana sunyi dan keprihatinan mendalam menyusul absennya dua pucuk pimpinan tertinggi daerah tersebut.
​Ketiadaan Bupati Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sadmoko Danardono dalam momentum sakral ini merupakan imbas dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 13 Maret 2026 lalu.

“Tragedi di Balik Jeruji
​Hanya sepekan”

sebelum perayaan hari jadi, pusat pemerintahan Kabupaten Cilacap diguncang aksi senyap lembaga antirasuah. Dugaan pemerasan Tunjangan Hari Raya (THR) senilai Rp 610.000.000 menjadi pintu masuk KPK untuk melakukan penyidikan lebih dalam.


​Saat ini, baik Bupati maupun Sekda harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK Jakarta. Insiden ini tidak hanya mengejutkan publik, tetapi juga meninggalkan luka bagi masyarakat yang mengharapkan pemimpin mereka hadir di hari istimewa kabupaten ini.

*​Roda Pemerintahan Tetap Berjalan*

​Meski dibayangi trauma dan kecemasan di kalangan pejabat perangkat daerah, pelayanan publik dipastikan tetap berjalan. Terhitung sejak 14 Maret 2026, struktur kepemimpinan sementara telah dibentuk:
​Wakil Bupati *Ammy Amalia Fatma Surya* resmi ditunjuk sebagai Plt Bupati dan
*​Annisa Fabriana* dipercaya menjabat sebagai Plh Sekda.
​Langkah cepat ini diambil guna memastikan seluruh program kerja dan pelayanan terhadap masyarakat Cilacap tidak lumpuh di tengah badai hukum yang melanda.

*​Suara Rakyat: Momentum Introspeksi*

​Kesunyian HUT ke-170 ini dirasakan betul oleh warga, salah satunya Slamet Widodo. Ia mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam melihat daerahnya harus merayakan hari lahir tanpa kehadiran Bupati terpilih di Pemilu Pikada 2024 .

​”Ini adalah saat yang tepat bagi seluruh pejabat untuk merenung dan introspeksi diri. Apakah sumpah jabatan yang diucapkan saat dilantik benar-benar dijalankan dengan amanah?” ungkap Slamet.

​Peringatan HUT ke-170 ini menjadi pengingat pahit bahwa integritas adalah harga mati dalam birokrasi. Masyarakat berharap, kejadian ini menjadi titik balik bagi perbaikan tata kelola pemerintahan di Cilacap agar benar-benar bersih dan bermartabat ke depannya.

​Reporter: SW
Editor. : SLS

Berita Terkait

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit
Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Kenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:06

‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎

Berita Terbaru