Cianjur || Nasib pilu dialami Rahmat (19) warga Kampung Sarongge RT 005/007 Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, yang mengalami lumpuh dan tidak bisa bicara dan terkulai lemah tanpa daya dan upaya.
Ragmat yang hanya tinggal bersama kakek dan neneknya itu kini membutuhkan uluran tangan para donatur.
Rahmat mengalami kelumpuhan sejak usia bayi, ibu Rahmat meninggal di usia Rahmat 1 tahun, sedangkan sang ayah telah menikah lagi, Kini Rahmat tinggal bersama kakek dan nenek Rahmat, yang usianya sudah di atas 50 tahunan.
Menurut kakek Rahmat, Sanudin (59) menjelaskan, cucu saya mengalami penyakit seperti ini sejak bayi, namun nasibnya sangat memperihatinkan, karena Rahmat hanya bisa terkulai lemah dan tidak bisa bicara, bahkan ibunya pun meninggal di saat Rahmat masih bayi, jadi walau bagaimana sehat dan tidak sehat, Rahmat harus tinggal bersama dirinya.
” Sering dari pihak pemerintah yang tujuannya akan membantu Rahmat, namun yang ada hanya dokumentasi Poto saja, dan belum ada bantuan apapun untuk cucu saya Rahmat, semoga kami bersama cucu kami yang kekurangan ini, mendapat bantuan baik pengobatan atau untuk kehidupan Rahmat, karena kondisi saya kakek dan nenek hanya bisa bertahan sambil bekerja serabutan,” ungkapnya, kepada Wartawan, Minggu, (22/2/26).
Semoga cucu saya ( Rahmat ) mendapat perhatian baik dari pemerintahan maupun dari para donatur,” sambungnya.
Sementara Kepala Desa Sukajadi IQbal memberikan keterangan saat dihubungi lewat telpon WhatsApp pada Minggu 22/02/26, Ia mengatakan, bahwa dirinya sudah beruoaya mengajukan ke dinas kementrian, namun ada kendala di Adminduk, karena Rahmat tercatat di KK orang tuanya, sedangkan Rahmat tinggal bersama kakek dan neneknya.
” Kami pihak pemdes Sukajadi telah berupaya, namun itu yang menjadi kendalanya di Adminduk, memang ibu Rahmat sudah meninggal sejak dulu, namun Rahmat tercatat di KK orang tuanya,” pungkasnya.
Tim Liputan











