Kondisi Jembatan “Ki Gede Kramat” di Desa Pilangsari Mulai Retak dan Ambles

Selasa, 3 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

​CIREBON – Warga Desa Pilangsari, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, mulai mempertanyakan kualitas pembangunan Jembatan Ki Gede Kramat. Pasalnya, jembatan yang berdasarkan prasasti proyek baru saja selesai dibangun pada Tahun Anggaran 2023 ini sudah menunjukkan kerusakan yang memprihatinkan di beberapa titik.

​Pantauan di lokasi menunjukkan adanya keretakan yang cukup lebar pada bagian dinding pengaman (parapet) jembatan.

Di salah satu sudut, terlihat celah menganga yang memisahkan struktur utama dengan dinding pembatas, yang memicu kekhawatiran akan terjadinya ambrol susulan.

​Selain kerusakan dinding, aspal pada area jalan pendekat (oprit) jembatan juga mulai ambles dan retak-retak. Kondisi permukaan jalan yang tidak rata ini membahayakan pengendara, terutama pada malam hari akibat minimnya penerangan di sekitar lokasi.

​Warga setempat menyayangkan kondisi infrastruktur yang terkesan dikerjakan asal-asalan tersebut.

​”Ini jembatan kalau lihat di papan proyeknya kan tahun 2023, berarti masih sangat baru. Tapi kok sudah retak-retak parah begini? Kami khawatir kalau ada hujan deras atau beban berat, jembatan ini malah ambruk,” ujar salah seorang warga yang melintas.

​Berdasarkan prasasti yang terpasang di dinding jembatan, proyek ini memiliki detail sebagai berikut. ​Kegiatan. Pembangunan Jembatan Ki Gede Kramat.​Lokasi: Blok Pilangsari RW. 002, Desa Pilangsari.​Volume. 3 \times 20 Meter.​Sumber Dana. Dana Desa (DDS) Tahun Anggaran 2023. ​Penanggung Jawab Kuwu Pilangsari (Muadi, SH).

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Desa Pilangsari mengenai penyebab kerusakan dini tersebut.

Warga mendesak pihak desa dan instansi terkait segera melakukan peninjauan kembali serta menuntut pertanggungjawaban pihak pelaksana untuk melakukan perbaikan selama masa pemeliharaan, agar anggaran negara tidak terbuang percuma.

Laporan: biro cirebon

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat
Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Berita Terbaru