Pemkab Cirebon Tetapkan 30 Desa Wisata Baru, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pariwisata

Kamis, 9 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journal news.id.KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Anugerah Desa Wisata Kabupaten Cirebon 2025 di Lapangan Desa Matangaji, Kecamatan Sumber.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (8/10/2025) ini, menetapkan secara resmi 30 desa wisata.

Penetapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat desa sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

Sekretaris Disbudpar Kabupaten Cirebon, Amin Mugni mengatakan, kegiatan ini merupakan program prioritas pemerintah daerah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurut Amin, sektor pariwisata dan UMKM terbukti menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

“Kegiatan seperti ini akan terus diagendakan, karena memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari total 60 desa wisata yang ada, banyak yang sudah menunjukkan inovasi dalam mengelola potensi desanya.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudpar Kabupaten Cirebon, Syafrudin Aryono menjelaskan, pengembangan pariwisata di Kabupaten Cirebon membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.

Selain itu, Syafrudin juga menyoroti potensi sektor transportasi di Kabupaten Cirebon yang dinilai mampu menunjang wisata.

“Tantangan memang banyak, tapi kami percaya dengan niat baik dan kerja sama semua pihak, pariwisata desa bisa menjadi sumber pendapatan asli desa yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Mochamad Syafrudin, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menggerakkan sektor pariwisata.

Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak bisa dilakukan secara individual.

“Tidak bisa sendiri. Semua pihak harus bersinergi, dari pemerintah, pelaku usaha, sampai masyarakat,” katanya.

Ia berharap desa wisata mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal, mendorong inovasi masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya Cirebon.

“Desa wisata harus jadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” pungkasnya.

Sana

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat
Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Berita Terbaru