Profesor Sutan Nasomal Desak Presiden: Bentuk Satgas Kesehatan di Seluruh Desa, Soroti Kematian Raya Akibat Kelalaian Aparat

Jumat, 22 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, 21 Agustus 2025 — Kematian tragis seorang anak berusia 3 tahun di Sukabumi, (Raya), akibat infestasi cacing yang parah, memicu amarah besar dari Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH. Raya meninggal dengan kondisi perut membuncit akibat cacing yang tak terkendali, sebuah ironi memilukan yang menurut Prof. Sutan adalah bukti nyata kelalaian sistemik dan pengabaian total oleh aparatur desa.

Dalam sebuah sesi wawancara yang penuh ketegangan dari markas Partai Oposisi Merdeka, Prof. Sutan dengan suara keras mengecam ketiadaan pengawasan melekat (Waskat) dari pemerintah desa di Cinagara, Kabupaten Sukabumi.

Ia menyoroti bagaimana seorang anak dengan ibu penderita gangguan jiwa dan ayah pengidap TBC, hidup dalam kemiskinan ekstrem, luput dari perhatian para pejabat desa yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam kesejahteraan warga.

“Masak sih kasus seperti ini bisa luput dari jangkauan pengawasan? Apakah Kepala Desa dan perangkatnya tidak pernah keliling ke daerahnya sendiri bersama RT dan RW?Mereka seolah tutup mata terhadap realitas pahit warganya,” ujar Prof. Sutan dengan nada tinggi, menunjukkan kekesalannya yang mendalam.

Kasus Raya, menurut Prof. Sutan, hanyalah puncak dari gunung es masalah kesehatan di pedesaan Indonesia. Ia meyakini bahwa kelalaian serupa juga terjadi di seluruh pelosok negeri. “Ini kemungkinan besar terjadi di seluruh daerah di NKRI,” tegasnya.

Pakar hukum internasional dan ekonom ini mendesak Presiden untuk segera mengambil tindakan tegas. “Saya meminta Presiden agar perintahkan Kementerian Kesehatan untuk segera membentuk Satgas Kesehatan hingga ke desa-desa di seluruh Indonesia, di bawah kendali Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota.Ini bukan lagi soal perbaikan, melainkan darurat kemanusiaan yang memerlukan intervensi langsung dari pusat,” pungkas Prof. Sutan, menggarisbawahi urgensi dari tuntutannya.

Berita Terkait

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit
Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Kenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:06

‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎

Berita Terbaru